Pemain berusia 28 tahun itu juga sempat mengunggah pesan solidaritas bagi komunitas imigran Latin di Los Angeles yang menghadapi masa-masa sulit akibat operasi penegakan hukum imigrasi menjelang turnamen.

"I want to send a message of respect and solidarity to all the Latino families in Los Angeles who are facing difficult times today, and especially to my Mexican people.

I admire your courage, your hard work, and your determination to get ahead. We stand with you.

Don’t lose faith," tulis Edson Alvarez di media sosialnya.

Alvarez meyakini bahwa energi positif dan dukungan masif dari para penggemar di stadion akan menjadi modal krusial sekaligus pemain ke-12 yang paling penting bagi perjuangan Meksiko selaku tuan rumah.

"That positive energy, in the end, is contagious. It will rub off on all of us.

The fans are like our 12th player — and the most important one," tutur Edson Alvarez.

Menghadapi turnamen yang kini diikuti oleh 48 tim, Alvarez tetap bersikap realistis namun ambisius mengenai target yang ingin dicapai oleh negaranya.

"Clearly, the goal is always in our minds: to reach the knockout stages with Mexico, to be able to compete," tegas Edson Alvarez.

Dirinya mengaku memiliki keyakinan besar serta antusiasme yang tinggi bersama rekan-rekan setimnya untuk mewujudkan impian menembus fase gugur tersebut.

"...

>>> Timnas Indonesia U-19 Gagal ke Final Piala AFF Usai Dikalahkan Australia

Obviously, that’s our dream and our desire, and we have a lot of faith and are eager to achieve it," ucap Edson Alvarez.

Sebelum turnamen dimulai, Alvarez juga mendapatkan pesan emosional dari tunangannya, Sofia Toache, yang mengunggah foto-foto masa pemulihan sang pemain di rumah sakit melalui platform Instagram.