Para analis menilai dampak Piala Dunia terhadap bisnis Nike kemungkinan terbatas.

Analis RBC Capital Markets menurunkan rekomendasi saham Nike sehari sebelum pertandingan pertama Piala Dunia dimulai.

Mereka menilai proses pemulihan perusahaan berjalan lebih lambat dari perkiraan dan dorongan dari Piala Dunia belum cukup mengimbangi tantangan bisnis.

Analis Morningstar menambahkan bahwa masalah struktural Nike tidak akan hilang hanya karena turnamen besar.

Namun, Piala Dunia tetap menjadi kesempatan penting untuk mengembalikan merek tersebut ke perhatian konsumen global.

Sejauh ini, produk Adidas masih tampak lebih dominan di jaringan toko olahraga besar seperti Dick's Sporting Goods dan Foot Locker.

Dengan jutaan pasang mata tertuju pada Piala Dunia, persaingan Nike dan Adidas tidak hanya ditentukan oleh strategi pemasaran, tetapi juga oleh hasil pertandingan di lapangan.

>>> Kemenkes Dorong Pelaku Usaha Kesehatan Ikut Sensus Ekonomi 2026

Semakin jauh tim-tim yang mereka sponsori melangkah, semakin besar peluang memenangkan hati konsumen di seluruh dunia.