Rochi Putiray, mantan striker Timnas Indonesia yang namanya melegenda di era 1990-an hingga 2000-an, kembali menjadi sorotan.

Dalam wawancara terbaru, ia berbagi cerita tentang dua golnya ke gawang AC Milan serta kritik tajam terhadap perkembangan striker lokal.

>>> Lamine Yamal Lampaui Koleksi Gelar La Liga Cristiano Ronaldo

Pria kelahiran Situbondo, 26 Juni 1970, ini dikenal sebagai striker dengan naluri gol tajam.

Ia pernah membela sejumlah klub besar Indonesia seperti Persis Solo, Persija Jakarta, PSM Makassar, dan PSPS Pekanbaru, serta sukses di Hong Kong bersama Instant-Dict F.

C, Happy Valley, South China AA, dan Kitchee SC.

Dua Gol ke Gawang AC Milan

Momen paling berkesan dalam karier Rochi terjadi pada 30 Mei 2004.

Saat itu, ia mencetak dua gol ke gawang AC Milan dalam laga persahabatan antara Kitchee SC dan raksasa Italia tersebut.

Rochi mengaku hanya bermain di babak kedua. Ia menyebut pertandingan itu bersifat komersial sehingga tidak ada tekanan dari manajemen.

"Manajemen juga tidak menuntut harus menang karena memang mereka tahu itu cuma komersial. Jadi ya sudah keberuntungan saya bisa bikin dua gol," ujarnya.

Sebelum melawan AC Milan, Rochi juga sempat bertanding melawan Sampdoria di Jakarta bersama Kurniawan Dwi Yulianto.

Ia menilai atmosfer laga ekshibisi lebih rileks karena kedua tim tidak mencari kemenangan.

>>> Piala Dunia 2026 Diprediksi Lahirkan Juara Baru, Belanda dan Jepang Jadi Ancaman

Kritik untuk Striker Lokal

Rochi kini jarang mengikuti kompetisi domestik. Ia menilai sepak bola Indonesia masih banyak masalah kontroversial dari Liga 1 hingga Liga 4.

"Semua memang dalam proses perbaikan, tetapi masih banyak yang belum berubah," katanya.