Terkait minimnya striker lokal di Timnas Indonesia, Rochi menyoroti pembinaan usia muda. Menurutnya, yang perlu introspeksi bukan federasi, melainkan pelatih lokal di akademi dan SSB.

"Seberapa mampu mereka menciptakan pemain yang kualitasnya setara pemain naturalisasi? Itu tantangannya," tegasnya.

Rochi menjadikan Ramadhan Sananta sebagai contoh.

Ia menilai Sananta memiliki penempatan posisi dan pergerakan bagus, namun lemah dalam penyelesaian akhir saat one on one dengan bek lawan.

"Selalu 10 kali itu, sembilan kali dia gagal melewati bek lawan," ungkapnya.

Ia membandingkan dengan etos kerja keras pemain naturalisasi seperti Ole Romeny yang berusaha keras mendapatkan ruang dan kesempatan.

>>> Jadwal Semifinal Piala AFF U-19: Indonesia vs Australia 11 Juni 2026

Rochi menduga kurangnya evaluasi diri atau minimnya koreksi dari pelatih menjadi penyebab mandeknya performa Sananta.