Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko diprediksi menjadi ajang lahirnya juara baru.

Hal ini disampaikan oleh Dewan Pembina Garudayaksa FC Academy, Fary Djemy Francis.

>>> Jadwal Semifinal Piala AFF U-19: Indonesia vs Australia 11 Juni 2026

Menurut Fary, persaingan tahun ini tidak lagi bergantung pada nama besar tim, melainkan pada sistem dan kedalaman skuad.

"Keberhasilan kini ditentukan oleh kualitas sistem dan kemampuan beradaptasi.

Belanda dan Jepang menjadi dua kekuatan disruptif yang layak diperhitungkan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (11/6/2026).

Belanda dan Jepang sebagai Kekuatan Baru

Fary menyoroti Belanda sebagai silent contender yang patut diwaspadai.

Berada di Grup F bersama Jepang, Swedia, dan Tunisia, tim Oranye dinilai memiliki perpaduan ideal antara pemain senior berpengalaman dan talenta muda yang matang di liga-liga elite Eropa.

"Belanda sering tampil efektif justru saat ekspektasi publik tidak terlalu tinggi. Mereka berpotensi menyingkirkan para unggulan hingga mencapai partai puncak," tambah Fary.

Sementara itu, Jepang dipuji karena berhasil membangun sistem sepak bola modern berbasis disiplin kolektif dan investasi jangka panjang.

Fary menegaskan bahwa sepak bola Jepang kini bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kekuatan efisien yang mampu menaklukkan tim-tim elite dunia.

"Jepang telah membuktikan bahwa batas antara negara favorit dan nonfavorit kini semakin tipis.

>>> Jadwal Siaran Langsung Indonesia vs Australia di Semifinal Piala AFF U19 2026

Jika Belanda atau Jepang berhasil mengangkat trofi pada 20 Juli nanti, Piala Dunia 2026 akan dikenang sebagai titik awal tatanan baru sepak bola dunia," tutup Fary.

Dominasi Tradisional Mulai Terkikis

Selama beberapa dekade, Piala Dunia didominasi oleh segelintir negara dari Eropa dan Amerika Selatan, seperti Brasil, Jerman, Italia, dan Argentina.