Persija Jakarta memastikan Shin Tae-yong tetap menjabat sebagai pelatih kepala Macan Kemayoran.

Kepastian itu diperoleh setelah manajemen melakukan verifikasi langsung ke Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA).

>>> Survei SMRC: Kepuasan terhadap Prabowo Anjlok 30 Poin, Ekonomi Dinilai Buruk

Hasil komunikasi dengan KFA menunjukkan sanksi disiplin yang dijatuhkan kepada Shin Tae-yong hanya berlaku di yurisdiksi sepak bola Korea Selatan.

Dengan demikian, sanksi tersebut tidak memengaruhi status maupun tugasnya sebagai pelatih Persija.

Persija meluruskan dua poin utama terkait sanksi tersebut dalam pernyataan resmi, Minggu (26/7/2026).

Pertama, sanksi disiplin berdurasi satu tahun. Kedua, sanksi hanya berlaku dalam lingkup sepak bola Korea Selatan.

Klarifikasi ini dilakukan agar informasi yang beredar tidak menimbulkan kesalahpahaman di publik.

Presiden Persija Mohamad Prapanca menegaskan manajemen memberikan kepercayaan penuh kepada Shin Tae-yong.

>>> Apa Penyebab Bachtiar Aly Meninggal Dunia? Inilah Kronologi Kematian Mantan Dubes RI untuk Mesir, Benarkah Serangan Jantung?

Ia memimpin tim dalam persiapan menghadapi Piala Presiden 2026 dan Super League 2026/2027.

Prapanca berharap isu di luar lapangan tidak mengganggu konsentrasi pemain dan jajaran pelatih.

Sebelumnya, media Korea Selatan melaporkan KFA menjatuhkan sanksi disiplin kepada Shin Tae-yong.

Sanksi itu terkait polemik saat ia menangani Ulsan HD pada 2025, termasuk perselisihan dengan pemain dan dugaan penyerangan.

Kasus ditangani KFA bersama Pusat Etika Olahraga di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan.

Setelah penyelidikan, KFA menjatuhkan sanksi satu tahun yang hanya berlaku di Korea Selatan.

>>> Dedi Mulyadi Tawarkan Pekerjaan dan Bantuan Kontrakan untuk Security MRT yang Diintimidasi

Persija memastikan keputusan itu tidak berdampak pada status Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala.