Volume tinggi diyakini dapat mengimbangi risiko rendahnya average selling price. Pelemahan kurs rupiah juga dinilai menguntungkan emiten dengan pendapatan dolar AS.

Selain itu, pembelian emas oleh bank sentral global yang berlanjut akan berdampak pada harga struktural.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menambahkan bahwa peningkatan volume produksi dan penjualan menjadi strategi menjaga pertumbuhan pendapatan.

Namun, keberhasilannya bergantung pada efisiensi operasional masing-masing emiten.

Emiten yang mampu menjaga struktur biaya tetap efisien akan lebih mudah mempertahankan stabilitas pendapatan.

Langkah strategis jangka panjang seperti eksplorasi dan pengembangan cadangan baru juga perlu dipertimbangkan untuk menjaga keberlanjutan produksi.

Nafan merekomendasikan beli saham ANTM dengan target harga Rp 3.390 per saham, serta akumulasi beli BRMS dan HRTA dengan target masing-masing Rp 775 dan Rp 2.970 per saham.

>>> Manchester United Kesulitan Jual Andre Onana karena Gaji Tinggi

Sementara itu, Wafi menyebut BRMS dan ANTM sebagai emiten unggulan berkat produksi tinggi dan diversifikasi bisnis.