PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) memutuskan membagikan dividen total sebesar Rp 82 miliar. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Kamis (11/6/2026).

Dividen tersebut dibagikan setelah perusahaan properti ini membukukan laba bersih senilai Rp 1,2 triliun sepanjang tahun 2025.

>>> Aplikasi Folaplay dan Maxstream Siarkan Streaming Piala Dunia 2026

Laba itu diperoleh dari pendapatan total Rp 8,77 triliun.

Kinerja keuangan yang positif ini ditopang oleh prapenjualan atau marketing sales yang melonjak 27 persen menjadi Rp 5,53 triliun.

Angka tersebut melampaui target perusahaan sebesar Rp 5 triliun.

President Director Summarecon, Adrianto P. Adhi, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut.

"Kami bersyukur di tahun 2025 kemarin kita mencapai marketing sales yang melampaui target," ujarnya dalam Public Expose usai RUPST.

Hasil positif ini didapatkan dari pengembangan sembilan kawasan kota terpadu milik perusahaan. Kawasan tersebut tersebar di Kelapa Gading, Serpong, Bekasi, Bogor, Bandung, Karawang, Makassar, Crown Gading, dan Tangerang.

Sisa keuntungan setelah dikurangi beban membuat emiten berkode SMRA ini membagikan dividen Rp 5 per lembar saham. Total dividen yang dibagikan mencapai Rp 82.542.841.790.

>>> Nova Arianto Rotasi Pemain Timnas Indonesia U-19 Jelang Lawan Australia

Penjualan produk properti baru pada segmen menengah dan menengah atas menjadi pendorong utama pertumbuhan. Adrianto menambahkan, pasar hunian segmen tersebut tetap menunjukkan resiliensi yang baik.

Manajemen menyatakan akan terus menerapkan pengelolaan kas secara hati-hati. Langkah strategis perusahaan akan difokuskan pada pengembangan kota terpadu yang berkelanjutan.

Secara rinci, unit pengembangan properti berupa hunian, komersial, dan apartemen memberikan kontribusi terbesar sebesar 63 persen atau Rp 5,51 triliun.

Segmen investasi dan manajemen properti menyumbang 26 persen dengan nilai Rp 2,28 triliun.

Adapun unit bisnis lain-lain yang didorong oleh kinerja positif sektor perhotelan mencatatkan pendapatan Rp 981,12 miliar.

Angka ini naik 1 persen dari tahun 2024 dan berkontribusi 11 persen bagi korporasi.

Memasuki kuartal I 2026 hingga Maret, Summarecon telah mengamankan marketing sales sebesar Rp 1,2 triliun.

>>> BCA Lanjutkan Buyback Saham Rp5 Triliun hingga Maret 2027

Angka ini menandakan pertumbuhan 37 persen secara year on year dari target tahunan Rp 5 triliun.