Pendiri Palantir Sebut Banyak Perusahaan Teknologi Gunakan AI Sebagai Alasan PHK
Pendiri Palantir Technologies, Joe Lonsdale, menyatakan bahwa banyak perusahaan teknologi menggunakan kecerdasan buatan (AI) sebagai alasan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).
Menurut Lonsdale, gelombang PHK ini sebenarnya disebabkan oleh kesalahan manajemen, bukan semata-mata karena AI.
>>> Wuling dan Huawei Kolaborasi Luncurkan SUV Premium Huajing S
Dalam unggahan yang ramai diperbincangkan, Lonsdale menyebut sejumlah CEO mengklaim PHK terjadi akibat peningkatan produktivitas dari AI.
Namun, ia menduga narasi itu hanya dipakai sebagai alasan yang lebih mudah diterima publik setelah perusahaan terlalu agresif merekrut saat bisnis tumbuh pesat.
"Beberapa perusahaan sebenarnya hanya merekrut terlalu banyak orang atau menurunkan standar perekrutan, lalu sekarang menyebutnya sebagai hasil produktivitas AI," kata Lonsdale, dikutip dari Business Insider.
Dukungan dari Industri dan Data Terbaru
Pernyataan Lonsdale mendapat dukungan dari sejumlah tokoh industri teknologi dan investor ventura.
Mereka menilai tidak semua kebijakan pengurangan staf terkait langsung dengan otomatisasi AI.
Faktor ekonomi makro, target pertumbuhan yang tidak tercapai, dan efisiensi pasca-ekspansi besar-besaran menjadi pemicu utama.
>>> Anak Usaha Emtek Borong 13,54 Juta Lembar Saham Superbank
Data dari firma konsultan Challenger, Gray & Christmas menunjukkan AI kini menjadi alasan paling sering disebut dalam pengumuman PHK di AS.
Pada Mei 2026, sekitar 40% dari total pengurangan pekerjaan dikaitkan dengan teknologi tersebut.
Meski demikian, firma tersebut menegaskan belum ada bukti kuat bahwa AI memicu gelombang kehilangan pekerjaan skala besar.
Para pemimpin industri juga mengingatkan agar manajemen berhati-hati dalam menyampaikan narasi AI dan tenaga kerja.
Perusahaan yang terlalu bangga mengumumkan PHK karena AI berisiko memicu reaksi negatif dari pekerja dan publik.
Lonsdale percaya AI mampu meningkatkan produktivitas, tetapi menegaskan teknologi itu tidak boleh mengaburkan keputusan bisnis yang salah.
>>> Kementerian PU Usulkan Tambahan Anggaran Rp 121 Triliun pada 2027
"Saya percaya pada produktivitas yang lebih tinggi berkat AI. Saya juga tahu apa yang dilakukan ratusan perusahaan," tulisnya.
Update Terbaru
Hongqi, Merek Limo Era Mao, Kalahkan Rolls-Royce di China dengan Rasio 2:1
Senin / 27-07-2026, 05:28 WIB
Pengadilan Banding Federal Blokir Perintah Trump soal Pemilu Surat
Senin / 27-07-2026, 05:14 WIB
Sam Altman Nyatakan Kecerdasan Buatan Sudah Masuki Era Singularitas
Senin / 27-07-2026, 05:14 WIB
Mantan Istri Shawn Duffey Akui Tak Kaget dengan Dugaan Pembunuhan Sara Gilson
Senin / 27-07-2026, 05:14 WIB
Merger Paramount-Warner Bros Kembali Ditunda, Sidang Digelar 3 Agustus
Senin / 27-07-2026, 05:14 WIB
Sinopsis Sultan Salman Khan dan Anuska Sharma di Mega Bollywood Hari ini 27 Juli 2026 di ANTV
Senin / 27-07-2026, 05:00 WIB
Sinopsis Jab Pyaar Kisise Hota Hai (1998) Mega Bollywood Paling Yahud Hari ini 27 Juli 2026
Senin / 27-07-2026, 05:00 WIB
YA ALLAH! Wajah Cinta yang Lain Turun Posisi 4, Inilah Acara TV dengan Rating Terpopuler Hari ini 27 Juli 2026
Senin / 27-07-2026, 05:00 WIB
Nonton Drakor See You At Work Tomorrow Eps 11-12 Sub Indo Tamat di KST bukan LK21: Menuju Ending yang Menegangkan
Senin / 27-07-2026, 05:00 WIB
AHY Hidupkan Kembali Garuda Finishers, Ajak Anak Muda Finish Strong
Senin / 27-07-2026, 04:42 WIB
Kematian Pria Diduga Penjaga Rumah Eks Jampidsus Febrie, Polisi Masih Selidiki
Senin / 27-07-2026, 04:42 WIB







