Bad an Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menjadikan pelayanan di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) sebagai budaya kerja.

Direktur Utama BAKTI Komdigi, Fadilah Mathar, menyebut seluruh jajarannya siap bertugas di pelosok. "Semua rekan-rekan di BAKTI ketika ditanya culture-nya apa, mereka pasti bilang 3T.

>>> Sinopsis Valerian and the City of a Thousand Planets di Bioskop Trans TV 11 Juni 2026

Mereka pasti siap-siap pergi ke wilayah 3T," ujarnya.

Fadilah mencontohkan budaya tersebut saat berkunjung ke SpaceX milik Elon Musk. Ia bertanya kepada petinggi SpaceX tentang budaya organisasi.

"Mereka bilang semua yang kerja di sini pasti mau ke Mars," kata Fadilah.

Komitmen melayani wilayah 3T menjadi identitas bersama BAKTI.

>>> Survei: Mayoritas Orang Tua Belum Aktif Pantau Internet Anak

Lembaga ini menjadi ujung tombak pemerintah dalam menyediakan jaringan telekomunikasi dan internet di lokasi yang tidak diminati operator swasta.

"BAKTI khusus untuk membangun akses internet di wilayah yang tidak dibangun pihak swasta. Kalau pemerintah tidak mengurus, akses tidak akan diterima masyarakat," jelas Fadilah.

Berbagai program konektivitas nasional dikelola BAKTI, termasuk pembangunan BTS 4G, akses internet gratis untuk fasilitas kesehatan dan sekolah, serta optimalisasi Satelit Republik Indonesia (SATRIA-1).

Hingga kini, lebih dari 31 ribu titik layanan publik telah terhubung melalui jaringan BAKTI.

>>> XLSmart Luncurkan Esta Ecosystem untuk Perkuat Transformasi Digital Enterprise

Fasilitas tersebut tersebar di puskesmas, sekolah, kantor desa, pos keamanan, dan pusat layanan masyarakat lainnya.