Permintaan global diperkirakan melemah sepanjang 2026 sebelum berangsur pulih pada 2027-2028. Bank Dunia menekankan bahwa prospek jangka menengah Indonesia bergantung pada reformasi struktural.

Dorongan Produktivitas Lewat Reformasi Struktural

Akselerasi ekonomi menuju 5,2 persen pada 2027-2028 akan didukung oleh membaiknya pasar komoditas dan penguatan penyaluran kredit swasta.

Faktor lainnya meliputi percepatan investasi melalui Danantara serta deregulasi.

Pemerintah diingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi saat ini masih didominasi stimulus dari sisi permintaan. Upaya ini mencakup belanja negara dan berbagai instrumen fiskal.

>>> Harga BBM Pertamina Naik 10 Juni 2026, Ini Perbandingannya dengan Malaysia dan Singapura

"Proyeksi pemulihan menuju 5,2% pada periode 2027-2028 bergantung pada keberhasilan reformasi," kata Bank Dunia. Tanpa reformasi mendasar, stimulus hanya memberikan dampak sesaat.