Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja penjualan eceran di Indonesia mengalami perlambatan pada April 2026.

Hal ini disebabkan oleh normalisasi permintaan masyarakat setelah periode Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.

>>> Timnas U19 Indonesia Hadapi Australia di Semifinal Piala AFF U19 2026

Berdasarkan survei BI, Indeks Penjualan Riil (IPR) April 2026 berada di angka 226,9.

Angka tersebut menyusut dari bulan sebelumnya yang mencapai 256,7 dan lebih rendah dibandingkan April 2025 sebesar 232,4.

Secara bulanan, IPR pada April 2026 mengalami kontraksi sebesar 11,6 persen (mtm).

Kondisi ini berbanding terbalik dengan pertumbuhan pada Maret 2026 yang sempat mencapai 10,3 persen (mtm).

Penurunan omzet terjadi di sebagian besar kategori barang.

Penurunan terdalam tercatat pada Kelompok Barang Lainnya sebesar 16,6 persen (mtm).

Disusul Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi sebesar 12,5 persen (mtm) serta Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau sebesar 12,3 persen (mtm).

>>> 7 Hero Counter Sun Mobile Legends Terbaik untuk Menghalangi Split Push

Pertumbuhan Tahunan di Beberapa Sektor

Meskipun terjadi penurunan bulanan, sejumlah sektor perdagangan eceran masih mencatatkan pertumbuhan positif secara tahunan.

Kelompok Suku Cadang dan Aksesori membukukan indeks 157,5 atau tumbuh 14,7 persen (yoy).

Kelompok Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya naik 0,6 persen (yoy) dengan indeks 82,8.

Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi juga tumbuh 0,7 persen (yoy) pada indeks 60,1.

Sementara itu, Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau berada di zona kontraksi sebesar 3,8 persen (yoy) dengan indeks 322,0.

Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi turun 26,4 persen (yoy) ke angka 68,0.

>>> Jadwal Semifinal Piala AFF U-19 2026: Indonesia vs Australia

Subkelompok Sandang juga terkontraksi 7,0 persen (yoy) pada indeks 88,9.