Atasi Quarter-Life Crisis, Lulusan Muda Perlu Ubah Cara Pandang Karier
Fase setelah wisuda sering menjadi awal perjuangan baru bagi anak muda yang dihadapkan pada ketidakpastian masa depan.
Banyak lulusan baru merasa bingung akibat sulit memperoleh pekerjaan, bekerja di bidang yang tidak linier dengan jurusan, hingga kehilangan arah hidup.
>>> Amalkan Doa Nabi Musa AS agar Lancar Berbicara saat Ujian Lisan
Kondisi yang dikenal sebagai krisis seperempat abad atau quarter-life crisis ini semakin terasa di Indonesia.
Hal ini berkaitan dengan tingginya ketidaksesuaian antara latar belakang pendidikan dengan realitas pekerjaan yang tersedia.
Psikolog Danti Wulan Manunggal dari Ibunda. id menjelaskan bahwa fenomena ini dapat memicu krisis identitas.
Masalah muncul ketika ekspektasi yang dirancang selama kuliah berbenturan dengan kenyataan dunia kerja.
"Banyak anak muda terjebak dalam identity foreclosure, yaitu kondisi ketika seseorang membuat komitmen terhadap masa depannya karena mengadopsi harapan orangtua atau tren masyarakat tanpa eksplorasi mandiri," kata Danti.
Benturan ekspektasi dan realitas setelah lulus menjadi pemicu utama quarter-life crisis. Sebagian mahasiswa mengambil jurusan tanpa benar-benar mengenali minat, potensi, maupun nilai hidup mereka.
Kesadaran akan ketidakcocokan tersebut sering muncul saat mereka menjalani perkuliahan, magang, atau mulai bekerja.
"Kemudian mereka menyadari bahwa minat dan nilai hidup mereka tidak sejalan dengan jurusan yang dipilih," ujar Danti.
Situasi pasar kerja memaksa lulusan baru menerima pekerjaan apa pun demi kemandirian finansial.
Pemenuhan kebutuhan dasar seperti keamanan ekonomi membuat mereka menurunkan standar dari pekerjaan impian menjadi pekerjaan yang menghasilkan pendapatan.
Faktor eksternal seperti restu orang tua, gengsi sosial, dan tren pekerjaan di media sosial juga berpengaruh kuat dalam pemilihan jurusan.
Hal ini membuat lulusan mulai meragukan pilihan masa lalu saat masuk ke industri.
Update Terbaru
Fajar/Fikri Syukur Raih Gelar Beruntun: Juara Japan Open dan China Open 2026
Minggu / 26-07-2026, 22:35 WIB
Indonesia Jadi Pembeli Pertama Rudal Astra Buatan India, China Waspada
Minggu / 26-07-2026, 22:35 WIB
Kementan Musnahkan 312 Ton Pakan Ternak Impor Brasil yang Tercemar Babi
Minggu / 26-07-2026, 22:28 WIB
Layar Cover Lebih Berguna, Samsung Galaxy Z Flip 8 Siap Saingi Apple
Minggu / 26-07-2026, 22:28 WIB
Cukup Duduk dan Angkat Tumit 5 Menit, Gula Darah Bisa Turun Drastis
Minggu / 26-07-2026, 22:28 WIB
AS Dukung Hak Pakistan untuk Bela Diri Setelah Serangan Udara di Afghanistan
Minggu / 26-07-2026, 22:14 WIB
Restoran Apung The Dive di Danau Winnipesaukee Ludes Terbakar
Minggu / 26-07-2026, 22:14 WIB
Jay-Z dan Beyoncé Bergoyang di Konser Lauryn Hill di Hamptons
Minggu / 26-07-2026, 22:14 WIB
Rekaman 911 Ungkap Momen Mencekam Sebelum Influencer dan Suami Ditemukan Tewas
Minggu / 26-07-2026, 22:07 WIB
Eks Timnas U-19 Fatchu Rochman Resmi Perkuat Kendal Tornado FC
Minggu / 26-07-2026, 22:07 WIB
Kemenangan Perdana Port FC di Piala Presiden 2026 Jadi Modal Berharga
Minggu / 26-07-2026, 22:07 WIB
Pelatih Toiran Ungkap Fisik Pemain Jadi Penyebab Timnas Voli Gagal di SEA V Cup 2026
Minggu / 26-07-2026, 22:07 WIB
Kapal Tanker Meledak di Selat Hormuz Usai Tabrak Ranjau Laut
Minggu / 26-07-2026, 22:00 WIB
Ayu Ting Ting Sukses Goyang Penonton dengan Alamat Palsu
Minggu / 26-07-2026, 22:00 WIB







