سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا وَعَلِّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا وَبَارِكْ لَنَا فِيمَا عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ

Artinya: “Maha Suci Engkau ya Allah, tidak ada ilmu bagi kami selain apa yang Engkau ajarkan kepada kami.

Ajarkanlah ilmu yang bermanfaat dan berkahilah ilmu yang telah Engkau berikan. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

Doa ini sering dibaca para santri maupun mahasiswa sebelum memasuki ruang ujian.

Amalan agar Lebih Tenang saat Ujian Lisan

Selain membaca doa, ada beberapa amalan yang dianjurkan agar lebih siap menghadapi sidang atau ujian lisan.

Membaca salawat dipercaya dapat membuat hati lebih tenang dan membantu seseorang lebih fokus ketika berbicara.

Sebagian orang juga memilih membaca Surah Al Insyirah karena berisi makna tentang kelapangan dada dan kemudahan urusan.

Datang terlalu mepet ke lokasi ujian sering membuat pikiran semakin panik, sehingga hadir lebih awal memberikan waktu menenangkan diri dan mengatur napas.

Dalam Islam, doa tetap harus dibarengi usaha, sehingga latihan presentasi atau simulasi sidang sangat penting dilakukan sebelum hari ujian.

Doa Ketika Menghadapi Pertanyaan Sulit

Saat ujian lisan berlangsung, terkadang muncul pertanyaan yang sulit dijawab. Dalam kondisi seperti ini, umat Muslim dapat membaca doa berikut:

اللَّهُمَّ لَا سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلًا

Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau jadikan mudah. Engkau mampu menjadikan kesulitan menjadi mudah apabila Engkau kehendaki.”

Doa ini cukup populer diamalkan ketika seseorang mulai merasa panik atau kehilangan konsentrasi saat ujian berlangsung.

Ikhtiar Tetap Menjadi yang Utama

Berdoa bukan berarti menggantikan usaha belajar, karena dalam Islam, tawakal selalu berjalan berdampingan dengan ikhtiar.

Karena itu, mahasiswa atau pelajar tetap dianjurkan mempersiapkan materi sebaik mungkin sebelum menghadapi ujian.

Membaca doa dapat menjadi penenang hati, sementara belajar dan latihan membantu seseorang lebih siap secara akademik.

Perpaduan keduanya sering membuat seseorang lebih percaya diri saat berbicara di depan penguji.

Banyak orang mungkin mengira keberhasilan sidang hanya ditentukan oleh kemampuan menjawab pertanyaan.

Padahal, ketenangan, cara berbicara, dan kemampuan menyampaikan gagasan dengan runtut juga menjadi faktor penting.

>>> OJK: Pembiayaan Dana Tunai Dominasi Portofolio Multifinance April 2026

Oleh karena itu, tidak sedikit mahasiswa yang rutin membaca doa Nabi Musa AS beberapa hari sebelum sidang skripsi berlangsung untuk menjelaskan isi penelitian serta menjawab pertanyaan dosen.