Harga bahan bakar Pertamax 92 resmi naik per 10 Juni 2025 dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter.

Kenaikan hampir Rp 4.000 ini memberatkan pengeluaran pemilik sepeda motor, terutama skutik premium seperti Honda PCX dan Yamaha Nmax.

>>> Jadwal Acara Trans TV Jumat, 12 Juni 2026 Ada Film Bioskop Brick Mansions dan Jungle (2017), Brownies, Insert dan Pagi-Pagi Ambyar + Link

Banyak pemilik mulai mempertimbangkan beralih ke Pertalite yang lebih murah, yakni Rp 10.000 per liter.

Honda PCX dengan kapasitas tangki 8,1 liter membutuhkan Rp 131.625 untuk Pertamax penuh, sedangkan dengan Pertalite hanya sekitar Rp 81.000.

Yamaha Nmax yang bertangki 7,1 liter memerlukan Rp 115.375 untuk Pertamax, namun hanya Rp 71.000 jika menggunakan Pertalite.

Risiko Teknis Mengintai

Meski lebih hemat, penggunaan Pertalite pada skutik premium berisiko merusak mesin.

Honda PCX memiliki rasio kompresi 12:1, sementara Yamaha Nmax 11,6:1.

>>> Harga Emas Antam 11 Juni 2026 Masih Bertahan di Rp 2,713 Juta per Gram

Rasio kompresi antara 11:1 hingga 12:1 idealnya menggunakan bahan bakar RON 95, sedangkan Pertalite hanya RON 90.

Pertamax 92 dengan RON 92 pun sebenarnya sudah di bawah rekomendasi untuk PCX, apalagi Pertalite.

Yamaha dalam buku petunjuk Nmax memperingatkan penggunaan bensin bertimbal dapat merusak komponen mesin seperti klep dan ring piston.

Meski Pertalite tidak bertimbal, angka oktan yang rendah dapat menyebabkan knocking dan kerusakan jangka panjang.

>>> IHSG Volatil di Tengah Pelemahan Bursa Asia

Kenaikan harga Pertamax 92 memicu dilema: hemat di pompa bensin, tapi berisiko bengkak di bengkel.