"Sometimes, immediately shouting and screaming does the opposite of finding a solution. We are working to solve the issues," tambahnya.

Ia mengklarifikasi bahwa ajakan untuk santai bukan berarti FIFA mengabaikan masalah. Langkah tersebut justru meminta publik memercayakan penanganan kendala teknis ini kepada tim internal FIFA.

Sebagai bukti nyata, Infantino mencontohkan penyelesaian dokumen untuk Timnas Iran. Skuad Iran dipastikan bisa berpartisipasi di Piala Dunia 2026 meski hubungan diplomatik Teheran-Washington masih tegang.

>>> FIFA Gelar Tiga Upacara Pembukaan Piala Dunia 2026 di Meksiko, Kanada, dan AS

"I am not saying we should sit back and do nothing.

I am saying trust that we are working to understand the situation and find the best solution," katanya.

"The fact that Iran can come and play in the United States shows that we are working to solve the issues."

FIFA menyatakan tetap teguh pada keputusan menunjuk Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko sebagai penyelenggara bersama. Infantino menegaskan tidak menyesal atas keputusan tersebut.

Di luar urusan imigrasi, FIFA juga mendapat sorotan terkait sistem penjualan tiket.

Otoritas penegak hukum di California, New Jersey, New York, dan Texas tengah memeriksa regulasi penjualan tiket turnamen.

Infantino mengaku tidak risau dengan investigasi tersebut karena seluruh tahapan legalitas telah dikaji secara mendalam oleh tim hukum internasional sebelum tiket dilepas ke pasar.

"We are very relaxed about it because before selling seven million tickets, we consult with the best lawyers and experts," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dari total 800.000 tiket untuk wilayah Los Angeles dan San Francisco, hanya empat aduan resmi yang masuk dan seluruhnya telah diselesaikan.