Presiden FIFA Gianni Infantino meminta publik dan seluruh pihak untuk tetap tenang dalam menyikapi persoalan visa yang muncul menjelang Piala Dunia 2026 di Amerika Utara.

Ia menegaskan bahwa FIFA terus berupaya aktif mencari jalan keluar terbaik, namun organisasi sepak bola dunia itu tidak memiliki kewenangan hukum untuk mengintervensi kebijakan imigrasi domestik suatu negara.

>>> Manchester United Bidik Sembilan Pemain Potensial di Piala Dunia 2026

Pernyataan tersebut disampaikan Infantino dalam konferensi pers menjelang laga pembuka di Mexico City. Ia meminta publik memberikan ruang dan waktu bagi proses penyelesaian yang tengah diupayakan secara internal.

"Kami selalu berusaha mencari solusi.

Namun, kami juga harus menghormati fakta kami bukan penguasa dunia yang bisa mengatur pemerintah, polisi, atau pihak berwenang lainnya.

Kami adalah organisasi olahraga dan berusaha melakukan yang terbaik dengan kemampuan yang kami miliki," kata Infantino.

Kendala Visa Wasit Somalia

Pernyataan ini muncul setelah wasit asal Somalia, Omar Artan, mengalami kendala saat masuk ke Amerika Serikat. Ia ditolak izin masuknya saat mendarat di Bandara Internasional Miami dari Istanbul.

Omar Artan seharusnya menjadi wasit pertama dari Somalia yang memimpin pertandingan di Piala Dunia. Namanya telah masuk dalam daftar resmi wasit FIFA untuk turnamen ini.

Seorang pejabat pemerintah AS mengonfirmasi bahwa penolakan izin masuk terkait indikasi hubungan sang wasit dengan individu yang dicurigai terlibat dalam jaringan organisasi teroris.

Infantino menyatakan keprihatinannya atas kendala yang menimpa Omar Artan, tetapi kembali mengingatkan batas kewenangan FIFA terhadap kebijakan penegak hukum setempat.

Imbauan untuk Tidak Bereaksi Emosional

Infantino juga meminta semua pihak untuk bersikap lebih santai. Menurutnya, respons yang didasari kemarahan atau emosi berlebih justru berpotensi mempersulit proses diplomasi di balik layar.