YLKI Kritik Kenaikan Harga Pertamax yang Mendadak, Desak Transparansi Formula
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengkritik pengumuman kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green 95 pada Kamis (11/6/2026).
Kenaikan tersebut dinilai terlalu mendadak dan memicu kegelisahan masyarakat.
>>> Harga Emas Antam Anjlok Rp 24.000 per Gram pada 11 Juni 2026
Sekretaris Eksekutif YLKI Rio Priambodo mempertanyakan transparansi formula penetapan harga bahan bakar minyak nonsubsidi RON 92 produksi PT Pertamina (Persero).
Menurutnya, penyesuaian harga yang berdampak langsung pada pengeluaran rumah tangga seharusnya disampaikan secara lebih terbuka.
"Sebagai produk yang digunakan secara luas dan berdampak terhadap pengeluaran rumah tangga, perubahan harga seharusnya disampaikan secara lebih transparan dan memberikan waktu yang cukup bagi konsumen untuk menyesuaikan keputusan ekonominya," kata Rio Priambodo.
Rio menilai tata kelola komunikasi publik dari pengumuman pada Selasa (10/6/2026) perlu evaluasi menyeluruh. Ia mendorong adanya standar pemberitahuan yang terukur agar hak informasi konsumen terlindungi.
"YLKI mendesak Pertamina dan Pemerintah membuka secara lebih terperinci formula dan komponen pembentuk harga," lanjut Rio.
Selain itu, Rio meminta Pertamina mengimbangi kebijakan ini dengan peningkatan kualitas layanan, keandalan distribusi, serta akurasi takaran bensin.
Konsumen berhak mendapatkan manfaat yang sepadan dengan biaya yang dikeluarkan.
YLKI juga memperingatkan potensi migrasi konsumen ke Pertalite akibat selisih harga yang mencapai Rp6.250 per liter.
Situasi ini dikhawatirkan memicu kelangkaan atau antrean panjang pada jalur pengisian BBM bersubsidi.
>>> Ramalan Zodiak Aries, Taurus, Gemini: Peluang Karier dan Asmara Hari Ini
"Konsumen tidak boleh hanya diminta menerima kenaikan harga tanpa memperoleh peningkatan manfaat dan kualitas layanan yang sepadan," ungkap Rio.
Dampak berantai terhadap biaya transportasi dan inflasi juga menjadi sorotan karena dapat menekan kelompok masyarakat kelas menengah. Pemerintah diminta menjaga stabilitas pasokan energi demi menopang aktivitas ekonomi.
Update Terbaru
KonoSuba Season 4 Rilis Visual Baru, Ganti Studio, Tayang 2027
Senin / 27-07-2026, 01:07 WIB
Wanita 73 Tahun Gugat Startup Robot Pengantar Setelah Ditabrak dan Dilindas
Senin / 27-07-2026, 01:01 WIB
Cavaliers dan Warriors Incar Mario Hezonja Usai Gagal Dapatkan LeBron James
Senin / 27-07-2026, 01:00 WIB
Julia Roberts Hadiri Pernikahan Emma Roberts di Idaho dengan Gaun Polka Dot
Senin / 27-07-2026, 01:00 WIB
Josh Allen Siap Hadapi Musim NFL 2026 Usai Capai Pencapaian Gemilang
Senin / 27-07-2026, 00:56 WIB
Tigers Hadapi Royals di Final Seri Comerica Park, Valdez Jadi Andalan
Senin / 27-07-2026, 00:56 WIB
Andruw Jones Resmi Masuk Baseball Hall of Fame di Tahun Kesembilan
Senin / 27-07-2026, 00:56 WIB
Mantan Linebacker Colts Daniel Adongo Dideportasi ICE
Senin / 27-07-2026, 00:56 WIB
Debut Pahit Shin Tae-yong di Persija, Gol Bunuh Diri Radovan Pankov Bawa Persebaya Menang
Senin / 27-07-2026, 00:49 WIB
Vegetarian Lebih Sulit Capai Usia 100 Tahun? Ini Faktanya
Senin / 27-07-2026, 00:49 WIB
Trik Sederhana untuk Berkomunikasi dengan Kucing Anda
Senin / 27-07-2026, 00:49 WIB
Hak Eminen Bisa Digunakan untuk Merampas Lahan Demi Pusat Data AI
Senin / 27-07-2026, 00:43 WIB
Buronan Kasus Pemerkosaan Bersembunyi sebagai Eksekutif Farmasi Selama 20 Tahun
Senin / 27-07-2026, 00:42 WIB
Meta Larang Pengguna yang Melecehkan dengan Kacamata AI
Senin / 27-07-2026, 00:35 WIB







