Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dibuka melemah tiga poin atau 0,02 persen ke posisi Rp 17.947 per dolar AS pada perdagangan Kamis, 11 Juni 2026 pagi.

Data Bloomberg pukul 09.01 WIB menunjukkan pelemahan tersebut berbanding terbalik dengan penutupan sebelumnya yang sempat menguat 114 poin ke level Rp 17.944 per dolar AS.

>>> Timnas Indonesia U-19 Tantang Australia di Semifinal Piala AFF U-19 2026

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau turun tipis 0,05 persen ke posisi 99.895.

Ketegangan Timur Tengah Pengaruhi Pergerakan Mata Uang

Pergerakan mata uang global saat ini dipengaruhi oleh langkah investor yang mencermati perkembangan konflik terbaru antara Amerika Serikat dan Iran.

Garda Revolusi Iran mengonfirmasi telah meluncurkan serangan rudal dan drone yang menyasar pangkalan militer AS di Yordania, Kuwait, dan Bahrain pada Rabu.

Serangan itu diklaim sebagai balasan atas aksi AS terhadap wilayah Iran di sekitar Selat Hormuz.

>>> Kurs Rupiah Melemah ke Rp 17.947 per Dolar AS pada 11 Juni 2026

Meski ketegangan meningkat, pasar mata uang global belum menunjukkan reaksi signifikan. Poundsterling Inggris naik 0,13 persen ke $1,3393, sementara euro stabil di 86,24 terhadap pound.

Mata uang Inggris bertahan kuat menjelang pengumuman kebijakan suku bunga Bank of England pada 18 Juni 2026.

Pelaku pasar memperkirakan probabilitas 90 persen suku bunga acuan akan dipertahankan, namun tetap mengantisipasi sinyal kebijakan ke depan.

Kondisi pasar tenaga kerja Inggris juga menjadi perhatian analis.

>>> BNI Jaga Fungsi Intermediasi Setelah BI Naikkan Suku Bunga

"Ada risiko Bank of England tidak menaikkan suku bunga sebanyak yang diantisipasi karena lemahnya pasar tenaga kerja," ujar Jane Foley, kepala strategi FX di Rabobank.