Data statistik ekonomi terbaru menunjukkan tingkat inflasi konsumen AS untuk Mei 2026 merangkak naik menuju level tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Lonjakan ini dipicu oleh pembengkakan ongkos energi di tengah konflik Timur Tengah.

Situasi makroekonomi ini memperkuat proyeksi bahwa The Fed tidak akan menurunkan suku bunga acuan, bahkan berpotensi menahannya hingga tahun 2027.

Investor masih menunggu perilisan data Indeks Harga Produsen AS bulan Mei.

Pergerakan negatif juga berdampak pada komoditas logam mulia lainnya.

Harga perak spot melemah 0,9% menjadi US$ 63,15 per ons troi, sementara platinum turun 0,6% ke posisi US$ 1.655,06 per ons troi.

Sebaliknya, harga palladium mencatat kenaikan 1% ke level US$ 1.225,25 per ons troi.

>>> Investor Asing Borong Saham INDF Senilai Rp 11,98 Miliar

Di sisi lain, volume pasokan emas global dari Pantai Gading diproyeksikan tumbuh menjadi 62 ton pada 2026 dari 59,33 ton di tahun sebelumnya.