Investor asing melakukan aksi beli bersih (net buy) pada saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) senilai Rp 11,98 miliar pada perdagangan Rabu (10/6/2026).

Aksi borong saham emiten milik Anthoni Salim tersebut mendorong penguatan harga saham di lantai bursa.

>>> Chandra Asri Pacific Naikkan Porsi Saham Publik Jadi 25,7 Persen

Berdasarkan data perdagangan, saham INDF ditutup menguat 0,81 persen ke level Rp 6.250 per lembar pada hari itu.

Transaksi ini membalikkan tren negatif yang terjadi sebelumnya.

Sebelumnya, investor asing sempat melakukan aksi jual bersih (net sell) pada saham INDF selama dua hari berturut-turut.

Pada 8 Juni, nilai penjualan bersih asing mencapai Rp 22,58 miliar, kemudian berlanjut pada 9 Juni dengan net sell sebesar Rp 8,24 miliar.

Secara fundamental, harga saham INDF saat ini dinilai masih terdiskon.

>>> BKN Wajibkan MFA untuk Lindungi Data ASN Digital Nasional

Rasio price to book value (PBV) emiten produsen makanan ini tercatat hanya 0,71 kali, dengan price earning ratio (PER) di angka 5,03 kali (TTM).

Kapitalisasi pasar INDF saat ini mencapai Rp 54,87 triliun.

Analis dari CGS International Sekuritas memproyeksikan potensi pergerakan naik bagi saham INDF pada perdagangan Kamis (11/6/2026).

Resistance pertama diperkirakan berada di level 6.367, sementara resistance kedua diproyeksikan menyentuh 6.483.

Namun, pergerakan saham tetap memiliki risiko koreksi jika menyentuh titik pivot di level 6.233.

>>> Prabowo Dorong Pengusaha Muda HIPMI Perkuat Nasionalisme Ekonomi

Jika tren penurunan terjadi, support pertama diprediksi di level 6.117, dengan support kedua di posisi 5.983.