PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) resmi menaikkan porsi saham publik (free float) menjadi sekitar 25,7 persen.

Langkah ini dilakukan melalui transaksi penyeimbangan kepemilikan saham oleh SCG Chemicals Public Company Limited (SCGC) pada Senin (8/6/2026).

>>> BKN Wajibkan MFA untuk Lindungi Data ASN Digital Nasional

Dengan peningkatan tersebut, TPIA berhasil keluar dari daftar emiten prioritas pemenuhan ketentuan batas minimal free float 15 persen oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sebelumnya, porsi saham publik emiten afiliasi Prajogo Pangestu ini hanya berada di angka 10,68 persen.

Strategi Alokasi Modal SCGC

Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra, menjelaskan transaksi ini merupakan bagian dari strategi alokasi modal SCGC.

Tujuannya untuk memperkuat struktur permodalan serta mendukung pengembangan bisnis inti dan inisiatif pertumbuhan strategis perusahaan.

Setelah transaksi selesai, SCGC masih menguasai sekitar 15,71 persen saham Chandra Asri Group. SCGC tetap menjadi salah satu pemegang saham strategis jangka panjang perseroan.

>>> Prabowo Dorong Pengusaha Muda HIPMI Perkuat Nasionalisme Ekonomi

Erwin menegaskan bahwa peningkatan free float tidak hanya memenuhi ketentuan regulator pasar modal.

Langkah ini juga memperkuat likuiditas saham, meningkatkan daya tarik bagi investor, serta mendukung penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.

Manajemen memastikan langkah strategis ini tidak mengubah komitmen maupun arah kebijakan jangka panjang perusahaan. SCGC dinilai sebagai mitra strategis yang telah berkontribusi penting bagi pertumbuhan Chandra Asri Group.

Secara kolektif, tiga pemegang saham utama Chandra Asri Group—PT Barito Pacific Tbk, SCGC, dan Thaioil Public Company Limited—masih menguasai sekitar 74,3 persen saham perseroan.

>>> China Apresiasi Keberhasilan Indonesia Konservasi Panda Raksasa

Tidak ada perubahan material terhadap struktur pengendalian maupun operasional.