Aktivitas dunia usaha di Jepang mengalami tekanan besar pada kuartal II-2026. Kondisi ini dipicu oleh meluasnya dampak ekonomi dari ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Survei pemerintah Jepang yang dirilis pada Kamis (11/6/2026) menunjukkan penurunan drastis pada indeks sentimen perusahaan besar.

>>> Investor Asing Borong Saham INDF Senilai Rp 11,98 Miliar

Angka indeks merosot hingga menyentuh level minus 0,5 poin untuk periode April-Juni 2026.

Kondisi tersebut berbalik melemah secara signifikan dibandingkan kuartal sebelumnya. Pada Januari-Maret 2026, indeks kepercayaan masih berada di zona positif sebesar 4,4 poin.

Kemerosotan ini menjadi penurunan pertama dalam empat kuartal terakhir. Hal ini memperlihatkan kecemasan yang makin tinggi dari para pelaku usaha terhadap stabilitas ekonomi global.

Sektor Usaha Kecil Paling Tertekan

Tekanan yang lebih berat dirasakan oleh sektor usaha yang lebih kecil.

Indeks kepercayaan bisnis untuk kalangan perusahaan kecil anjlok menjadi minus 17,6 poin, dari posisi sebelumnya minus 12,9 poin.

>>> Chandra Asri Pacific Naikkan Porsi Saham Publik Jadi 25,7 Persen

Seluruh data indikator ekonomi ini bersumber dari hasil survei berkala yang dirilis oleh Kementerian Keuangan Jepang.

Penghitungan indeks dilakukan dengan mengukur selisih antara persentase perusahaan yang merasakan perbaikan dan yang merasakan pemburukan.

Konflik di Timur Tengah diidentifikasi sebagai faktor utama yang mengganggu aktivitas domestik di Jepang. Imbas nyata terlihat dari lonjakan biaya pengadaan energi serta tingginya ketidakpastian di pasar internasional.

Sebagai negara yang sangat bergantung pada impor energi, Jepang memiliki sensitivitas tinggi terhadap fluktuasi harga minyak mentah.

Situasi kian rumit menyusul adanya hambatan jalur distribusi logistik di Selat Hormuz.

>>> BKN Wajibkan MFA untuk Lindungi Data ASN Digital Nasional

Perkembangan global ini diprediksi akan memperpanjang fase sulit bagi pemulihan ekonomi Jepang. Terlebih, negara tersebut saat ini masih berjuang mengatasi masalah inflasi domestik dan melemahnya permintaan pasar global.