Ribuan warga Somalia menyambut kepulangan Omar Artan, wasit sepak bola terkemuka, di Bandara Internasional Aden Adde, Mogadishu, pada Rabu.

Artan sebelumnya ditolak masuk ke Amerika Serikat untuk bertugas sebagai wasit dalam turnamen Piala Dunia 2026.

>>> Aksi Francisco Conceicao Bawa Portugal Kalahkan Nigeria 2-1

Petugas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS menolak kedatangannya di Bandara Internasional Miami tanpa memberikan alasan detail.

FIFA kemudian mencoret nama Artan dari daftar resmi pengadil lapangan untuk kompetisi tersebut.

Kedutaan Besar Somalia di Kenya sebelumnya telah menerbitkan visa perjalanan bagi Artan untuk bergabung dengan basis pelatihan wasit di Miami.

Penolakan ini memicu kritik internasional dan menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan AS sebagai tuan rumah bersama Meksiko dan Kanada.

Somalia termasuk salah satu dari hampir 40 negara yang menghadapi pengetatan pembatasan perjalanan dalam kebijakan imigrasi terbaru AS.

Pejabat tinggi hak asasi manusia PBB mendesak perombakan besar-besaran pada aturan imigrasi AS menjelang ajang internasional ini.

Setibanya di Mogadishu, Artan disambut ribuan penggemar yang memadati stadion, menyanyikan lagu patriotik, dan mengibarkan bendera nasional.

"Saya berjanji, insya Allah, akan hadir di ajang berikutnya," ujar Artan, yang dinobatkan sebagai Wasit Terbaik Pria Afrika 2025.

>>> Kebijakan Imigrasi AS Picu Kontroversi Jelang Piala Dunia 2026

Ia meminta masyarakat tidak larut dalam kekecewaan dan tetap percaya pada potensi bangsa.

"Saya ingin publik Somalia merasa terhibur dan tetap percaya diri," kata Artan.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kehormatan nama baik negara. "Terserah kita semua untuk membela nama Somalia."

Artan mengingatkan bahwa identitas kebangsaan tidak boleh luntur oleh kondisi eksternal. "Somalia milik kita, baik dalam keadaan buruk maupun baik.

Bendera itu milik kita, dan paspor itu milik kita."

Perdana Menteri Somalia Hamza Abdi Barre mengundang Artan ke kediamannya dan memuji pencapaiannya melalui unggahan di media sosial X.

"Dia mengabdikan diri untuk memastikan sepak bola diputuskan berdasarkan prestasi, namun takdir menolaknya panggung yang sangat layak ia dapatkan," tulis Barre.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus juga memberikan apresiasi, menyatakan bahwa keberhasilan Artan menginspirasi generasi muda di Tanduk Afrika.

>>> Inggris Bekuk Kosta Rika 3-0 di Laga Uji Coba Terakhir

"Anda mencapai puncak profesi dan menginspirasi generasi di kampung halaman hanya dengan sampai di sana. Dilarang turun di lapangan yang Anda peroleh tidak mengubah itu," tulis Tedros.