Seorang jemaah haji asal Banyuwangi meninggal dunia di Mekkah, Arab Saudi, pada Selasa (9/6/2026) pukul 01.18 waktu setempat.

Kusnudin bin Saikun (85) warga Desa Setail, Kecamatan Genteng, yang tergabung dalam Kloter 82, mengembuskan napas terakhir di King Faisal Hospital.

>>> Dana Kawasan Teluk Pesan Saham Miliaran Dolar di IPO SpaceX

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, mengonfirmasi bahwa kondisi almarhum menurun setelah menyelesaikan ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Tim medis melaporkan Kusnudin mengalami sesak napas, batuk, serta penurunan nafsu makan dan minum. Saturasi oksigennya rendah dan tekanan darah terus menurun.

Ia kemudian dirawat di ruang ICU, namun kondisinya memburuk akibat infeksi berat yang memicu gangguan pernapasan serius.

Diagnosis medis menyebutkan Kusnudin menderita Acute Respiratory Distress Syndrome, syok septik, dan Chronic Obstructive Pulmonary Disease yang menyebabkan kegagalan fungsi organ.

>>> IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan ke Level 6.000

Amir menjelaskan bahwa fase pasca-Armuzna dengan cuaca panas ekstrem sangat rentan bagi jemaah lanjut usia.

Ia mengajak masyarakat mendoakan jemaah yang masih di Tanah Suci agar diberi kesehatan dan keselamatan hingga kembali ke tanah air.

Data Dinas Kesehatan Banyuwangi mencatat 401 dari 1.317 jemaah haji asal daerah tersebut masuk kategori risiko tinggi.

>>> Kementerian UMKM Siapkan Sanksi Pemblokiran bagi Marketplace Bandel

Dengan wafatnya Kusnudin, total jemaah Banyuwangi yang meninggal di Tanah Suci tahun ini menjadi lima orang.