Sementara itu, pelatih Timnas Indonesia John Herdman mengaku sangat puas dengan kedisiplinan dan adaptasi taktis yang ditunjukkan anak asuhnya.

>>> Portugal Kalahkan Nigeria 2-1 dalam Uji Coba Terakhir Jelang Piala Dunia

"Dua tim ini benar-benar berbeda.

Oman datang dengan gaya Timur Tengah yang sangat terorganisir dan disiplin, sementara Mozambik adalah tim Afrika dengan gaya permainan transisi yang lebih kacau," ungkap John Herdman.

Herdman memuji kerja keras skuadnya yang mampu meredam karakteristik unik dari masing-masing tim lawan.

"Saya bangga kepada para pemain karena Anda tidak bisa benar-benar mempersiapkan diri menghadapi gaya-gaya lawan seperti itu," sambungnya.

Arsitek asal Inggris tersebut menegaskan bahwa kolektivitas dan organisasi permainan timnya menunjukkan progres yang sangat signifikan.

"Menurut saya dalam dua pertandingan terakhir ini para pemain terlihat jauh lebih berbahaya bagi lawan," tegas John Herdman.

Ia menyoroti ketangguhan lini belakang serta kreativitas lini serang yang dihuni kombinasi pemain lokal dan pemain kompetisi Eropa seperti Kevin Diks dan Elkan Baggott.

"Jika melihat empat pertandingan yang sudah kami jalani, Bulgaria hanya memiliki sekitar tiga tembakan tepat sasaran, atau bahkan satu saja ditambah penalti," tambah Herdman.

Herdman menyimpulkan bahwa chemistry yang terbentuk di lini depan kini membuat Indonesia lebih konsisten dalam menciptakan peluang berkualitas.

"Saya pikir tiga bek tengah kami benar-benar harus berjuang mati-matian dalam beberapa momen, tetapi kualitas mereka terlihat jelas.

>>> Natan Costa Bawa GD Vitoria Sernache Promosi ke Liga 3 Portugal

Kami juga melihat kreativitas dan chemistry yang lebih baik dari trio lini depan secara konsisten. Tim mulai menciptakan peluang yang lebih banyak dan lebih berkualitas," tutup John Herdman.