Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan Rabu, 10 Juni 2026. Pelemahan dipicu aksi jual di sektor teknologi dan kecerdasan buatan serta rilis data inflasi yang tinggi.

Indeks harga konsumen AS tercatat naik 4,2 persen secara tahunan hingga Mei 2026. Lonjakan harga bensin dan komoditas energi akibat konflik geopolitik menjadi pendorong utama.

>>> Antam Rombak Susunan Direksi dan Komisaris Melalui RUPST

Meskipun sesuai ekspektasi ekonom, arah inflasi masih bergerak ke atas. Kepala Strategi Pasar B.

Riley Wealth, Art Hogan, mengatakan hal itu belum mengubah narasi kebijakan The Fed.

The Fed diproyeksikan mempertahankan suku bunga acuan pada rapat Juni 2026. Namun, pasar masih mengantisipasi potensi kenaikan 25 basis poin hingga akhir tahun.

>>> KPK Teliti Pencabutan BAP Saksi Terkait Kasus Suap PT Blueray

Koreksi Saham Teknologi dan Server AI

Sektor teknologi menjadi area paling tertekan karena kekhawatiran valuasi yang terlalu mahal. Saham Nvidia, Broadcom, dan Micron Technology turun 1 hingga 3,8 persen.

Saham Super Micro Computer anjlok 14,2 persen setelah mengumumkan rencana penghimpunan dana US$7 miliar melalui penerbitan saham baru untuk membeli komponen server AI.

Indikator volatilitas CBOE Volatility Index naik 0,78 poin ke level 20,65, mendekati posisi tertinggi sejak awal April.

>>> Portugal Uji Coba Lawan Nigeria Jelang Piala Dunia 2026

Ketegangan geopolitik AS-Iran dan kenaikan harga energi turut memperkuat ketidakpastian.