Bank Indonesia Optimistis Ekonomi 2027 Dekati 6 Persen
Bank Indonesia (BI) optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 dapat mendekati 6 persen. Keyakinan ini didorong oleh konsumsi domestik yang kuat, peningkatan investasi, dan perbaikan kinerja ekspor.
Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun depan berada di kisaran 5,1 hingga 5,9 persen.
>>> Timnas Indonesia Tekuk Mozambik 1-0 di GBK, Marselino Kembali Tampil
Menurutnya, potensi mencapai batas atas estimasi tersebut sangat terbuka.
“Kami yakin ekonomi akan lebih ke batas atas kisaran didukung permintaan domestik konsumsi yang sangat kuat.
Dua per tiga ekonomi kita adalah konsumsi,” ujar Perry dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI di Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Ia menambahkan bahwa ekspor juga akan membaik seiring perbaikan ekonomi global. Berbagai langkah untuk mendorong investasi turut menjadi pendorong pertumbuhan.
Tiga Pilar Utama Optimisme BI
Konsumsi rumah tangga tetap menjadi penggerak utama ekonomi nasional. Sektor ini berkontribusi sekitar dua pertiga dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Sektor perdagangan internasional juga menunjukkan sinyal positif.
>>> Indeks LQ45 Menguat 3,54% di Tengah Aksi Jual Asing
Pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan naik dari 3 persen pada 2026 menjadi 3,1 persen pada 2027, yang diharapkan meningkatkan permintaan ekspor Indonesia.
Stimulus investasi terus digencarkan pemerintah melalui program strategis nasional untuk menciptakan sumber pertumbuhan baru.
Terdapat tiga pilar utama yang mendasari optimisme BI. Pertama, pengelolaan kebijakan fiskal yang prudent dengan defisit anggaran rendah serta efisiensi belanja negara pada sektor produktif.
Kedua, harmonisasi program prioritas nasional mencakup ketahanan pangan, energi, hilirisasi industri, dan penguatan manufaktur berbasis bahan baku alam.
Ketiga, penguatan koordinasi antara pemerintah dan BI untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan pertumbuhan jangka panjang.
>>> Cara Mengaktifkan Shopee SPayLater 2026 dan Syarat Pengajuannya
BI tetap mengarahkan kebijakan moneter untuk stabilitas makro, namun memberikan pelonggaran melalui kebijakan makroprudensial akomodatif, digitalisasi sistem pembayaran, dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Update Terbaru
Endang Yustika Viral! Sebut Orang Tak Berduit Tidak Punya Nilai, Netizen Meledak: Tone Deaf Maksimal!
Minggu / 26-07-2026, 13:52 WIB
Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 27 Juli - 2 Agustus 2026
Minggu / 26-07-2026, 13:51 WIB
8 Drama China Kerajaan Modern yang Wajib Masuk Watchlist
Minggu / 26-07-2026, 13:49 WIB
Anime Free Fire Daybreak Rilis Visual, Tayang Spring 2027
Minggu / 26-07-2026, 13:42 WIB
Viral Pengeroyokan hingga Maut di Tabanan: Pria Dituding Curi Ayam Aduan Tewas, Tangisan Histeris Anak Bungsu Menyayat Hati
Minggu / 26-07-2026, 13:38 WIB
Tim Tszyu Kalahkan Errol Spence Jr., Spence Pensiun
Minggu / 26-07-2026, 13:35 WIB
Atlético de San Luis Curi Imbang 2-2 dari Tigres di Estadio Universitario
Minggu / 26-07-2026, 13:35 WIB
Paramount Rilis Sekuel Animasi Avatar Usai Bocor Online
Minggu / 26-07-2026, 13:35 WIB
Netflix Hadirkan Thriller Psikologis soal Pembunuhan 2012 di Brasil
Minggu / 26-07-2026, 13:35 WIB
Profil Pekerjaan Aaron Abia Junias Sosok yang Resmi Melamar Aktris Cantik Agnes Naomi: Umur, Agama dan Akun Instagram
Minggu / 26-07-2026, 13:34 WIB







