Kemenkes Lanjutkan Aturan Kemasan Tembakau, Kepala Daerah Minta Pembatalan
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melanjutkan pembahasan Rancangan Peraturan Menteri Kesehatan tentang penyeragaman kemasan produk tembakau dan rokok elektronik.
Kebijakan ini mendapat desakan pembatalan dari sejumlah kepala daerah di sentra tembakau. Mereka menilai aturan tersebut mengancam ekonomi daerah.
>>> Trump Media Batalkan Rencana Pemisahan Platform Truth Social
Desakan dari Bupati Situbondo dan Bondowoso
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menyatakan industri tembakau menjadi pilar penting bagi penerimaan negara dan daerah.
Wilayahnya menerima Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau sebesar Rp59 miliar pada 2024.
Dana tersebut digunakan untuk pembangunan infrastruktur, penegakan hukum cukai, dan bantuan sosial bagi buruh tani serta pekerja pabrik rokok.
Yusuf mendesak pemerintah pusat membatalkan penerapan plain packaging untuk produk hasil tembakau. Menurutnya, pembatalan adalah bentuk keberpihakan terhadap ekonomi daerah dan pekerja sektor tembakau.
Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, juga menyoroti dampak ekonomi. Ia meminta pemerintah mempertimbangkan kondisi daerah sentra tembakau sebelum menerbitkan aturan.
Abdul mengatakan ada 5.000 petani di Bondowoso yang hidup dari tembakau.
Namun, jumlah yang bergantung pada sektor itu bisa 4-6 kali lipat jika menghitung masyarakat lain yang terlibat.
Pemerintah Kabupaten Bondowoso kini fokus pada penguatan akses pasar lokal, perlindungan budaya pertanian, dan stabilisasi harga jual petani.
>>> Kenaikan Harga Pertamax Picu Potensi Migrasi Konsumen ke Pertalite
Petani dan buruh tani dipandang sebagai kelas produsen utama yang harus dilindungi.
Kekhawatiran Gubernur Jawa Timur
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, sebelumnya juga menyoroti dampak pengetatan aturan tembakau.
Ia menilai industri pertembakauan memberikan kontribusi besar bagi Jawa Timur dalam penerimaan negara, penyerapan tenaga kerja, dan kesejahteraan petani.
Update Terbaru
Portugal Uji Coba Lawan Nigeria untuk Simulasi Hadapi RD Kongo di Piala Dunia 2026
Rabu / 10-06-2026, 21:45 WIB
Sjafrie Sjamsoeddin Tinjau Proyek Mobil Nasional di Subang
Rabu / 10-06-2026, 21:44 WIB
KPK Teliti Pencabutan BAP Saksi Terkait Kasus Suap PT Blueray
Rabu / 10-06-2026, 21:44 WIB
Portugal Uji Coba Lawan Nigeria Jelang Piala Dunia 2026
Rabu / 10-06-2026, 21:44 WIB
Reno Salampessy Pulih, Timnas U19 Indonesia Semakin Percaya Diri Hadapi Australia
Rabu / 10-06-2026, 21:44 WIB
Mentan Minta BGN Serap Telur Peternak dengan Harga Acuan Rp26.500 per Kg
Rabu / 10-06-2026, 21:40 WIB
Barcelona Batal Aktifkan Klausul Pembelian Marcus Rashford
Rabu / 10-06-2026, 21:36 WIB
Barcelona Cari Solusi Baru untuk Pertahankan Marcus Rashford
Rabu / 10-06-2026, 21:36 WIB
Mengenal Sindrom CKM yang Mengancam Sembilan dari Sepuluh Orang Dewasa
Rabu / 10-06-2026, 21:36 WIB
Bank Indonesia Optimistis Ekonomi 2027 Dekati 6 Persen
Rabu / 10-06-2026, 21:32 WIB
Timnas Indonesia Tekuk Mozambik 1-0 di GBK, Marselino Kembali Tampil
Rabu / 10-06-2026, 21:25 WIB
Indeks LQ45 Menguat 3,54% di Tengah Aksi Jual Asing
Rabu / 10-06-2026, 21:25 WIB
Cara Mengaktifkan Shopee SPayLater 2026 dan Syarat Pengajuannya
Rabu / 10-06-2026, 21:25 WIB
Huawei Kembangkan Ponsel Candybar Berlayar Lebar untuk Dobrak Pasar
Rabu / 10-06-2026, 21:25 WIB






