Meskipun secara tahunan (yoy) per Mei 2026 masih tumbuh 19,25 persen dan tumbuh 13,4 persen secara year-to-date (ytd).

“Ketika harga emas mengalami koreksi, sebagian masyarakat memilih untuk wait and see sambil memantau arah pergerakan harga ke depan,” kata Yusuf Abadi.

Pihak BJB Syariah menilai koreksi harga saat ini bersifat sementara dan menjadi momentum tepat bagi masyarakat untuk berinvestasi karena emas dinilai sebagai instrumen yang aman.

“Untuk tahun 2026, BJB Syariah menargetkan pertumbuhan pembiayaan emas sekitar 33% dibandingkan posisi Desember 2025,” tutur Yusuf Abadi.

Langkah menjaga pertumbuhan juga diupayakan oleh BCA Syariah yang mencatatkan pertumbuhan pembiayaan emas sebesar 136 persen yoy menjadi Rp 717 miliar per Mei 2026.

Hal ini dilakukan melalui peningkatan fitur digital dan sinergi induk usaha.

“Cabang BCA turut memasarkan produk pembiayaan emas BCA Syariah.

>>> Konflik AS-Iran Memanas, Pasar Saham Global Tertekan

Kami juga mengikuti berbagai pameran untuk meningkatkan literasi mengenai pembiayaan emas syariah, serta memberikan sejumlah program promo kepada nasabah,” papar Pranata, Direktur BCA Syariah.