Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengajak negara-negara anggota Asia Pacific Group (ASPAG) untuk memperkuat kerja sama pelatihan dan pengembangan keterampilan masa depan.

Ajakan ini disampaikan dalam rangkaian Konferensi Perburuhan Internasional ke-114 di Jenewa, Swiss, pada Rabu (10/6/2026).

>>> PT Freeport Indonesia Targetkan Pemulihan Tambang Grasberg Rampung 2027

Langkah kolaboratif tersebut merupakan respons atas perubahan dunia kerja akibat disrupsi teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

Kawasan Asia Pasifik kini menghadapi tantangan ketenagakerjaan kompleks, mulai dari pengangguran, peningkatan pekerja informal, hingga risiko pergeseran lapangan kerja.

"Indonesia percaya, kerja sama antarnegara kini semakin penting. Tantangan ketenagakerjaan tidak bisa dihadapi sendiri.

Kekuatan kita ada pada kemauan untuk saling berbagi praktik baik dan saling belajar," kata Yassierli.

Prioritas Penajaman Kompetensi SDM

Penajaman kompetensi sumber daya manusia menjadi prioritas utama di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

>>> Olahraga Ekstrem Sebabkan Gagal Ginjal Akut pada Pemuda di China

Hal ini untuk mengatasi ketidaksesuaian antara keahlian pencari kerja dengan kebutuhan industri.

Indonesia telah menjalankan Program Pemagangan Nasional yang ditargetkan menjangkau 150.000 lulusan perguruan tinggi tahun ini.

Program ini memberikan sokongan uang saku setara upah minimum.

Pemerintah juga menyelenggarakan Program Pelatihan Vokasi Nasional bagi lulusan sekolah menengah atas dengan target 300.000 peserta.

>>> GigaAI Uji Coba Robot Humanoid SeeLight S1 untuk Tugas Rumah Tangga

Kedua program strategis tersebut dirancang secara inklusif, membuka kesempatan setara bagi perempuan, penyandang disabilitas, serta masyarakat di wilayah terpencil dan perbatasan.