PT Freeport Indonesia (PTFI) menargetkan tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) dapat beroperasi penuh pada akhir 2027.

Target ini disampaikan Presiden Direktur PTFI Tony Wenas di Kompleks DPR RI, Selasa (10/6/2026).

>>> Olahraga Ekstrem Sebabkan Gagal Ginjal Akut pada Pemuda di China

Pemulihan dilakukan secara bertahap setelah insiden longsor pada September 2025 yang mengganggu produksi. Saat ini kapasitas operasional baru mencapai 40-50 persen.

Tony Wenas menjelaskan bahwa perbaikan GBC diproyeksikan mencapai 65 persen pada semester II-2026.

Kemudian meningkat menjadi 75 persen pada paruh pertama 2027, dan menuju 100 persen pada akhir tahun yang sama.

"Semester kedua ini bisa 65%. Semester pertama tahun depan itu bisa 75% dan menjelang akhir tahun itu menuju ke 100%," ujar Tony.

Target penyelesaian ini mengalami penyesuaian dari rencana awal karena tingkat kerusakan di area terdampak memerlukan penanganan mendalam. Pengerjaan fisik di lapangan terus berjalan untuk memastikan keamanan struktur terowongan.

>>> GigaAI Uji Coba Robot Humanoid SeeLight S1 untuk Tugas Rumah Tangga

Saat ini, Production Block 1 yang paling terdampak longsor masih dalam proses pemulihan. Sementara Production Block 2 dan 3 sudah mulai ditambang secara terbatas.

Penurunan volume operasional GBC berdampak pada penjualan komoditas PTFI.

Laporan keuangan Freeport-McMoRan Inc. menunjukkan penjualan tembaga PTFI pada kuartal I-2026 turun menjadi 82 juta pon dari 290 juta pon pada periode sama tahun sebelumnya.

Produksi emas juga terpangkas menjadi 92.000 ons pada kuartal pertama 2026 akibat aktivitas penambangan yang belum normal.

>>> Pemprov Jateng Cairkan Gaji ke-13 ASN Rp250,4 Miliar

Perusahaan menargetkan kapasitas penuh dapat tercapai pada awal 2028.