Saya rasa sebenarnya harus ada peran dari teknologi yang menjadi pengawas penggunaan dana tunai," terang Nailul.

>>> FIFA Umumkan Daftar Penampil Pembukaan Piala Dunia 2026

Skema Baru dengan AI dan Uji Coba di Banyuwangi

Sebelumnya, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengumumkan perubahan total skema bantuan sosial untuk masyarakat miskin.

Seluruh bantuan ke depan akan dikirimkan dalam bentuk uang tunai melalui mekanisme direct cash transfer.

Melalui sistem baru ini, setiap keluarga penerima manfaat berpeluang mendapatkan dana tunai hingga Rp 5,4 juta per orang.

Pemerintah bakal menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk menyaring dan mengelompokkan penerima.

"Saya melihat nanti subsidi tidak akan lagi ke barang.

Subsidi akan langsung kepada yang menerima karena rata-rata kita kumpulkan semua bansos itu dengan cash transfer dan seterusnya, ada Rp 5,4 juta per orang.

Ini nanti akan dikelompokkan dengan AI," ujar Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa malam (9/6/2026).

Proyek percontohan untuk model penyaluran berbasis AI dan data digital ini dilaporkan telah sukses dijalankan di Banyuwangi, Jawa Timur.

Saat ini, program tersebut sedang diperluas ke 42 kabupaten dan kota di Indonesia.

Jika fase perluasan ini berjalan tanpa hambatan, pemerintah menjadwalkan implementasi sistem secara nasional di seluruh wilayah pada akhir tahun 2026.

>>> Piala Dunia 2026 Segera Dimulai, Cek Jadwal Lewat 4 Saluran Ini

"Kami belajar dari model ini nanti kalau 42 ini sukses, Oktober tahun ini akan roll out nasional seluruh 514 kabupaten dan kota," kata Luhut.