Pemerintah Hapus Bansos Barang Jadi Tunai, Pengamat Ingatkan Risiko Kebocoran
Rencana pemerintah menghapus bantuan sosial (bansos) dalam bentuk barang dan menggantinya dengan penyaluran tunai menuai catatan kritis.
Langkah ini dinilai tidak efektif serta rawan terjadi kebocoran anggaran jika tidak diiringi sistem pengawasan yang ketat.
>>> Khalifah Umar bin Khattab Tetapkan 1 Muharram Jadi Awal Kalender Hijriah
Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda, menyarankan pemerintah menerapkan sistem Quick Response (QR) atau kartu digital.
Sistem tersebut harus diintegrasikan langsung dengan data penduduk.
Penggunaan teknologi pengawas ini dianggap penting sebagai langkah preventif. Tujuannya meminimalisir potensi penyimpangan dalam proses transfer langsung tunai kepada masyarakat penerima manfaat.
"Bisa menggunakan QR atau kartu namun seharusnya terintegrasi dengan data penduduk. Itu menurut saya kunci agar tidak terjadi kebocoran baru," kata Nailul pada Kontan, Rabu (8/6/2026).
Di sisi lain, Nailul sepakat bahwa penyaluran dana tunai secara langsung lebih efektif untuk menekan keuntungan sepihak atau praktik rente.
Praktik tersebut biasanya rawan muncul saat bantuan diberikan dalam wujud komoditas atau barang.
Subsidi barang dinilai memiliki celah manipulasi yang besar oleh oknum atau perusahaan tertentu. Tindakan berburu rente ini digambarkan telah berlangsung lama dengan beragam modus operandi.
"Rente dalam kasus barang bantuan sosial ini sudah lama terjadi dan modusnya bermacam-macam. Mulai dari tas pemberian barang, hingga barangnya sendiri yang terkena praktik rente," tegas Nailul.
Kendati demikian, pengalihan menjadi bantuan tunai tidak serta-merta menghapus risiko penggelapan dana. Lemahnya infrastruktur pengawasan selama ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah.
Oleh karena itu, kehadiran teknologi dinilai mutlak diperlukan untuk mengawal pemanfaatan dana tersebut agar tepat sasaran. "Selama ini, pengawasannya selalu lemah karena minimnya infrastruktur pengawasan.
Update Terbaru
Review Drama: Teach You a Lesson, Drama Korea Terbaik Paruh Pertama 2026
Rabu / 10-06-2026, 20:06 WIB
Bintang Timnas Indonesia Bagikan Kabar Bahagia Percintaan Sepanjang 2026
Rabu / 10-06-2026, 20:06 WIB
Samsung Health Perbarui Fitur Kesehatan dengan Kecerdasan Buatan
Rabu / 10-06-2026, 20:04 WIB
Perbankan Syariah Optimistis Pembiayaan Emas Tetap Tumbuh Positif
Rabu / 10-06-2026, 20:01 WIB
Reliance dan Meta Bangun Pusat Data 168 MW di Gujarat
Rabu / 10-06-2026, 19:56 WIB
Portugal Uji Coba Lawan Nigeria untuk Hadapi RD Kongo di Piala Dunia 2026
Rabu / 10-06-2026, 19:56 WIB
Konflik AS-Iran Memanas, Pasar Saham Global Tertekan
Rabu / 10-06-2026, 19:56 WIB
Freeport Indonesia Targetkan Smelter Manyar Beroperasi Kuartal III-2026
Rabu / 10-06-2026, 19:53 WIB
Set Panel Bodi McLaren P1 Milik Michael Fux Dilelang
Rabu / 10-06-2026, 19:46 WIB
BYD Targetkan Jadi Produsen Otomotif Terbesar Dunia pada 2030
Rabu / 10-06-2026, 19:44 WIB
Airtel Ganti Nama 'Priority Postpaid' Jadi 'Fast Lane'
Rabu / 10-06-2026, 19:44 WIB
Psikolog Ungkap Kebiasaan Nomor 1 yang Dimiliki Orang Super Cerdas
Rabu / 10-06-2026, 19:41 WIB
Rekomendasi Laptop Bekas Terbaik Budget Rp4 Jutaan yang Layak Dibeli
Rabu / 10-06-2026, 19:41 WIB
6 Pemain Bintang Berstatus Bebas Transfer di Musim Panas 2026
Rabu / 10-06-2026, 19:41 WIB






