Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat lonjakan signifikan pada penutupan perdagangan Rabu (10/6/2026).

Indeks utama Bursa Efek Indonesia ini naik 2,71% dan berakhir di posisi 5.902.

>>> GMFI Antisipasi Dampak Kenaikan Harga Avtur Lewat Segmen Perawatan Berat

Berdasarkan data Bloomberg, penguatan IHSG terutama didorong oleh pergerakan positif saham perbankan Himbara.

Dua saham yang menjadi motor utama adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).

Saham BBRI ditutup naik 90 poin atau 3,22% ke level Rp2.880 per saham. Volume transaksi mencapai 704 juta saham dengan nilai Rp2 triliun.

Sementara itu, saham BMRI melonjak 170 poin atau 4,15% ke posisi Rp4.260 per saham, dengan volume 359 juta saham senilai Rp1,5 triliun.

Sejak pembukaan perdagangan, IHSG langsung bergerak di zona hijau.

Indeks sempat menyentuh level tertinggi di 5.942, namun juga sempat melorot ke level terendah 5.677 sesaat setelah pasar dibuka.

Aktivitas perdagangan hari ini mencatat volume transaksi mencapai 46,67 miliar saham. Nilai transaksi keseluruhan mencapai Rp31,72 triliun dengan frekuensi perdagangan 3,1 juta kali.

Secara keseluruhan, sebanyak 571 saham mengalami kenaikan harga. Sementara itu, 148 saham bergerak melemah dan 96 saham lainnya stagnan.

Sektor transportasi, teknologi, dan properti memimpin penguatan sektoral. Masing-masing sektor mencatat kenaikan tertinggi sebesar 4,51%, 4,36%, dan 3,38%.

>>> OJK Catat Realisasi Buyback Saham Emiten Capai Rp17,12 Triliun

Berdasarkan data Bloomberg, terdapat 10 saham teratas yang menjadi penopang utama IHSG.

Posisi pertama ditempati Bank Central Asia (BBCA) yang menyumbang 47,09 poin, disusul Telkom Indonesia (TLKM) sebesar 19,94 poin.

Selanjutnya, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menyumbang 14,19 poin, Bank Mandiri (BMRI) 13,37 poin, dan Dian Swastatika Sentosa (DSSA) 10,19 poin.