Alat ini juga dilengkapi jaring pengumpul sampah, mesin pencacah plastik, dan katrol elektrik berkapasitas 500 kilogram.

Kawasan The Patra Bali Resort & Villas dipilih sebagai lokasi proyek percontohan awal karena tingginya aktivitas pariwisata pesisir.

Penempatan di area ini dinilai memiliki nilai strategis tinggi karena menopang kawasan pariwisata sekaligus infrastruktur energi yang vital bagi Bali.

Pada fase awal, Pertamina menargetkan pengurangan sampah pesisir hingga 1 ton per tahun di sekitar wilayah operasi Bali.

Sementara itu, target pengurangan sampah di wilayah operasi TBBM Kotabaru, Kalimantan, ditetapkan mencapai sekitar 20 ton per tahun.

Mochamad Iriawan berharap program ini ke depan dapat menjadi model pengelolaan sampah perairan berbasis teknologi yang dapat direplikasi di berbagai wilayah operasi Pertamina di seluruh Indonesia.

>>> Tiga Fakta Menarik Mengiringi Laga Pembuka Piala Dunia 2026

Pertamina merencanakan pengembangan program ini di sejumlah titik lain seperti Integrated Terminal Cilacap, Balongan, Fuel Terminal Maos, Ternate, Wayame, Parepare, Masohi, hingga Labuan Bajo.