PT Pertamina (Persero) bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) resmi mengoperasikan kapal pembersih sampah otomatis bernama Autonomous Trash Skimmer di Pantai Sekeh, Badung, Bali, pada Rabu (10/6/2026).

Peluncuran robot air cerdas ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

>>> Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 2027 Capai 6,5 Persen

Langkah tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan perusahaan untuk mewujudkan pengelolaan sampah perairan yang lebih modern dan berkelanjutan.

Masalah sampah perairan dinilai menjadi ancaman serius bagi ekosistem laut, kesehatan, dan keindahan pariwisata. Sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi Bali sangat bergantung pada keasrian pantai.

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan menyatakan bahwa persoalan sampah tidak hanya mengganggu keindahan pantai, tetapi juga mengancam keberlanjutan lingkungan dan perekonomian Bali.

"Wisatawan datang ke Bali utamanya karena daya tarik pantai, jika pantai penuh sampah, maka daya tarik berubah jadi jijik," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (10/6/2026).

Ia menambahkan bahwa dampak sampah laut juga dirasakan oleh nelayan yang hasil tangkapannya menurun akibat rusaknya ekosistem laut.

Bagi sektor industri, sampah laut memicu risiko operasional karena dapat mengganggu baling-baling kapal dan menyumbat sistem pendingin mesin, sehingga berpotensi menghambat distribusi energi.

Teknologi dan Spesifikasi Kapal

Pengembangan Autonomous Trash Skimmer melibatkan Pertamina International Shipping, Pertamina Foundation, Patra Jasa, serta masyarakat pesisir.

Kapal sepanjang 8 meter dengan desain lambung catamaran ini mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI), navigasi otonom, sensor ultrasonik, kamera, GPS, dan sistem pemantauan real-time.

>>> KAI Matangkan Persiapan Operasional Stasiun Jakarta International Stadium

Untuk mendukung operasi rendah emisi, kapal digerakkan oleh motor listrik dengan sistem hibrida serta panel surya.