Morgan Stanley memperkirakan penerbitan utang global untuk kebutuhan bisnis kecerdasan buatan (AI) akan melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi hampir US$ 570 miliar pada tahun 2026.

Proyeksi ini muncul di tengah meningkatnya belanja modal perusahaan teknologi raksasa yang membutuhkan pendanaan besar untuk pengembangan AI.

>>> Partai Demokrat Bantah Keterlibatan AHY dalam Kasus Korupsi Program MBG

Kenaikan pasokan obligasi dan aktivitas pasar kredit didorong oleh perusahaan hyperscaler yang mulai beralih ke sumber pendanaan alternatif.

Korporasi teknologi yang sebelumnya mengandalkan arus kas kini semakin aktif memanfaatkan pembiayaan utang.

Lonjakan Empat Kali Lipat

Hingga 31 Mei 2026, akumulasi penerbitan utang global terkait AI telah mencapai hampir US$ 236 miliar.

Angka tersebut menunjukkan lonjakan empat kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kelompok perusahaan hyperscaler seperti Alphabet, Amazon, Microsoft, dan Meta diperkirakan akan merilis surat utang dengan total nilai mencapai US$ 700 miliar pada tahun ini.

Morgan Stanley memperkirakan aktivitas penerbitan obligasi akan semakin meningkat pada paruh kedua 2026.

>>> IHSG Melonjak 2,71 Persen ke Level 5.902 pada 10 Juni 2026

Belanja modal hyperscaler diproyeksikan menembus US$ 1 triliun pada tahun 2027.

"Perusahaan hyperscaler telah memperluas basis investor mereka melalui penerbitan non-USD," sebut Morgan Stanley.

Lembaga keuangan tersebut menilai situasi makroekonomi saat ini masih mendukung pasar kredit.

"Latar belakang fundamental tetap kuat, tetapi untuk saat ini pergerakan harga obligasi sebagian besar didorong oleh ekspektasi pasokan," tambah Morgan Stanley.

Selain perusahaan hyperscaler, pergeseran tren pendanaan juga terjadi pada korporasi produsen chip.

>>> Danilo Ungkap Sisi Rendah Hati Cristiano Ronaldo dan Carlo Ancelotti

Skema pembiayaan untuk sektor komponen ini mulai beralih ke kesepakatan jangka pendek dengan sistem pelunasan penuh secara bertahap.