Partai Demokrat membantah keras keterlibatan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Bantahan ini disampaikan menyusul beredarnya daftar nama pejabat yang diduga meminta jatah titik dapur kepada mantan pimpinan Badan Gizi Nasional.

>>> IHSG Melonjak 2,71 Persen ke Level 5.902 pada 10 Juni 2026

Isu tersebut mencuat setelah mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional periode 2025-2026, Sony Sonjaya, mengajukan diri sebagai justice collaborator ke Kejaksaan Agung.

Sony disebut membongkar lebih dari 20 nama tokoh yang diduga terlibat dalam kasus korupsi tersebut.

Hingga saat ini, Kejaksaan Agung telah menetapkan tiga tersangka mantan petinggi Badan Gizi Nasional, yaitu Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung.

Klarifikasi Partai Demokrat

Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra memberikan klarifikasi resmi terkait dokumen yang menyeret nama AHY beserta titipan dua orang kolonel.

"Dalam unggahan tersebut tidak dijelaskan siapa yang dimaksud dengan frasa 'AHY' maupun siapa '2 Orang Kolonel' yang dimaksud," ujar Herzaky dalam siaran pers, Rabu (10/06/2026).

>>> Danilo Ungkap Sisi Rendah Hati Cristiano Ronaldo dan Carlo Ancelotti

Herzaky menegaskan bahwa AHY tidak memiliki hubungan, tidak pernah bertemu, ataupun berkomunikasi dengan tersangka Sony Sonjaya terkait Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi maupun urusan lainnya.

"Namun, apabila yang dimaksud adalah Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, maka Partai Demokrat menegaskan bahwa pengaitan tersebut tidak memiliki dasar fakta apa pun," tegasnya.

Di sisi lain, tim hukum Sony Sonjaya membenarkan adanya penyerahan daftar nama yang diduga terlibat dari unsur eksekutif, legislatif, dan yudikatif kepada penyidik.

Namun, mereka masih merahasiakan identitas lengkapnya dari publik.

"Saya tidak bisa bilang bahwa itu benar atau tidak, karena ada komitmen dengan klien saya bahwa nanti yang akan menyampaikan ke publik adalah klien saya sendiri.

>>> Gempa Magnitudo 7,8 di Filipina Tewaskan 37 Orang, Sejumlah Hotel Rusak

Nama-nama itu sudah kami serahkan ke penyidik," ujar Kuasa Hukum Sony, Krisna Mukti.