Para ulama membagi tingkatan puasa Asyura. Menurut Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani, tingkatan paling utama adalah berpuasa tanggal 9, 10, dan 11 Muharram.

Berikutnya puasa 9 dan 10, lalu puasa 10 saja.

Bacaan niat puasa Tasua: "Nawaitu shauma yaumi tāsū‘ā-a sunnatan lillāhi ta‘ālā" (Aku berniat puasa sunnah Tasua karena Allah Ta'ala).

Bacaan niat puasa Asyura: "Nawaitu shauma yaumi ‘āsyūrā-a sunnatan lillāhi ta‘ālā" (Aku berniat puasa sunnah Asyura karena Allah Ta'ala).

Niat puasa sunnah boleh dibaca pada malam hari atau pagi hari sebelum tergelincir matahari, selama belum makan, minum, atau melakukan hal yang membatalkan puasa.

Hal ini berdasarkan hadis riwayat Muslim.

Selain berpuasa, amalan lain yang dianjurkan di bulan Muharram antara lain membaca Al-Qur'an, memperbanyak dzikir, bersedekah, menjaga shalat berjamaah, dan menyambung silaturahmi.

>>> Kenaikan BI Rate ke 5,50% Berpotensi Jadi Sentimen Baru Pasar Saham

Puasa Tasua dan Asyura bukan sekadar tradisi, melainkan momentum untuk memulai tahun dengan ibadah dan meraih ampunan Allah SWT.