MKTR Targetkan Pendapatan Rp1,39 Triliun pada 2026
PT Menthobi Karyatama Raya Tbk (MKTR) membidik pendapatan sebesar Rp1,39 triliun pada 2026. Target itu setara dengan pertumbuhan 11,6 persen secara tahunan.
Pencapaian tersebut ditopang oleh proyeksi kenaikan volume produksi minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan crude palm kernel oil (CPKO).
>>> Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,50 Persen untuk Stabilkan Rupiah
Hal ini disampaikan dalam Public Expose di Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Untuk merealisasikan target, emiten perkebunan sawit ini menargetkan pengolahan tandan buah segar (TBS) sebanyak 336.400 ton.
Produksi CPO diperkirakan mencapai 73.292 ton dan inti sawit 15.031 ton pada tahun ini.
Strategi Optimalisasi dan Nilai Tambah
Direktur Keuangan dan Investasi MKTR Wawan Sulistyawan mengatakan perseroan akan fokus pada optimalisasi aset dan pengembangan produk bernilai tambah tinggi yang ramah lingkungan.
"Kami optimistis industri kelapa sawit nasional akan tumbuh positif sepanjang 2026," ujarnya.
Rencana ini didukung oleh kinerja keuangan kuartal I/2026 yang positif.
Pendapatan naik 20,25 persen menjadi Rp322,8 miliar, sementara laba bersih melonjak 40,88 persen menjadi Rp8,73 miliar.
>>> Jadwal Semifinal Piala AFF U19 2026: Indonesia vs Australia
Meski optimistis, manajemen tetap mewaspadai risiko eksternal seperti fluktuasi ekonomi global, dinamika geopolitik, dan potensi gangguan cuaca akibat El Nino pada paruh kedua 2026.
Di luar bisnis inti, MKTR mengembangkan inovasi keberlanjutan melalui produksi pupuk organik merek GreenGrow yang memanfaatkan limbah tandan kosong kelapa sawit.
Langkah ini sejalan dengan komitmen ekonomi sirkular perseroan.
MKTR juga mengapresiasi pemegang saham dengan dividen tunai dari laba bersih tahun buku 2025.
Total dividen yang dibagikan mencapai Rp22,5 miliar atau Rp1,86 per saham, dengan jumlah saham beredar 12,06 miliar lembar.
Alokasi dividen setara 40,84 persen dari laba bersih tahun buku 2025 yang sebesar Rp55,09 miliar. Sisanya ditempatkan sebagai cadangan wajib dan cadangan lainnya.
Untuk mengawal target operasional 2026, perseroan menyiapkan belanja modal Rp54,15 miliar. Anggaran tersebut difokuskan pada perbaikan mesin pabrik dan pembenahan infrastruktur perkebunan sawit.
>>> Sony Sanjaya Akan Beberkan Pejabat Peminta Titik Dapur Program MBG
Wawan menambahkan, porsi terbesar capex tahun ini untuk revitalisasi mesin dan peningkatan infrastruktur. "Langkah ini penting untuk meningkatkan performa pabrik sekaligus menjaga produktivitas perkebunan," pungkasnya.
Update Terbaru
Daftar iPhone yang Kompatibel dengan Apple Intelligence di iOS 27
Rabu / 10-06-2026, 16:45 WIB
175 Platform Digital Sudah Diperiksa Komdigi, Netflix Shopee dan PUBG Termasuk
Rabu / 10-06-2026, 16:44 WIB
Kisah Raihan Yusuf Tembus Tiga PTN Favorit dan Tips Belajarnya
Rabu / 10-06-2026, 16:44 WIB
Apple Batasi Fitur Apple Intelligence di iOS 27 Hanya untuk Varian Tertentu
Rabu / 10-06-2026, 16:44 WIB
OJK Wajibkan Spin Off Unit Usaha Syariah Asuransi Akhir 2026
Rabu / 10-06-2026, 16:44 WIB
Kementan Usulkan Tambahan Anggaran Rp22,43 Triliun untuk Tahun 2027
Rabu / 10-06-2026, 16:44 WIB
The Laid-Off Cheat-Granting Mage Rilis Trailer Perdana, Visual, dan Pengisi Suara
Rabu / 10-06-2026, 16:40 WIB
Pemprov DKI Gelar Bursa Kerja Gratis di Kepulauan Seribu
Rabu / 10-06-2026, 16:35 WIB
Bank Indonesia Optimistis Pertumbuhan Ekonomi 2027 Melaju Lebih Baik
Rabu / 10-06-2026, 16:35 WIB
BPJS Kesehatan Wajibkan Peserta Kontrol Sesuai Jadwal Surat Mulai 1 Juni 2026
Rabu / 10-06-2026, 16:33 WIB
Pemerintah Siapkan Stimulus untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pertamax
Rabu / 10-06-2026, 16:33 WIB
BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,50% untuk Redam Tekanan Rupiah
Rabu / 10-06-2026, 16:32 WIB
Pemprov DKI Bahas Kenaikan Tarif Transjakarta, Subsidi Tetap Berjalan
Rabu / 10-06-2026, 16:32 WIB
Menteri UMKM Siapkan Langkah Mitigasi Dampak Pelemahan Rupiah
Rabu / 10-06-2026, 16:32 WIB






