Kondisi fisik pemain diaspora Timnas Indonesia menjadi sorotan setelah tampil bugar dalam dua laga FIFA Matchday pada 5 dan 9 Juni 2026.

Timnas Indonesia berhasil mengalahkan Mozambik 1-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, melalui gol tunggal Ole Romeny pada menit ke-12.

>>> Real Madrid Jadwalkan Pertemuan Rahasia Demi Pulangkan Jose Mourinho

Pengamat senior sepak bola nasional, Gusnul Yakin, mengamati bahwa kebugaran para pemain tetap terjaga hingga akhir pertandingan.

Menurutnya, kondisi ini berbeda dengan saat timnas masih ditangani Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert.

"Saya amati, fisik pemain Timnas Indonesia sangat bagus. Padahal, mereka langsung gabung setelah musim berakhir dan jadwal pertandingan mepet," ujar Gusnul Yakin.

Ia menilai strategi pelatih John Herdman yang menuntut intensitas pergerakan tinggi membutuhkan fisik tangguh.

"Tapi saya lihat tak ada pemain yang tampak kedodoran. Ini kemajuan pesat bagi Timnas Indonesia," jelasnya.

Indikator Ketahanan Otot dan Adaptasi Cuaca

Gusnul Yakin menggunakan parameter ketiadaan pemain yang mengalami kram sebagai bukti kesiapan fisik yang matang.

>>> Marcus Rashford Ingin Bertahan di Barcelona Usai Raih Gelar La Liga

"Jika pemain kecapekan akan kejang otot. Tapi itu tak alami pemain kita.

Berarti staf pelatih fisik pintar menjaga dan memberi program latihan tepat," katanya.

Para pemain diaspora juga tidak lagi terkendala suhu panas dan kelembapan udara di Jakarta.

"Dulu ada pemain yang merasa sesak napas saat pemanasan. Kini semua keluhan itu tak tampak.

Mereka seperti sudah akrab dengan kampung halaman," tutur Gusnul Yakin.

>>> Persija Jakarta Rekrut Mariano Peralta di Bursa Transfer Liga 1

Ia menambahkan bahwa para pemain naturalisasi bermain dengan hati, yang membuatnya semakin respek.