Menurut Imam Syafi'i, menuntut ilmu memiliki keutamaan besar karena berfungsi sebagai pemandu dalam menjalankan seluruh amal ibadah.

Az-Zarnuji dalam Ta'lim Al-Muta'allim menguraikan bahwa ilmu yang bermanfaat berfungsi sebagai cahaya penuntun hidup.

Agar komitmen ini bertahan lama, penyusunan target harus dilakukan secara realistis dan tidak berlebihan.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam Madarijus Salikin menerangkan bahwa proses perbaikan diri terjadi secara bertahap hingga melekat menjadi karakter.

Setelah merencanakan target terbaik, seorang Muslim menyempurnakannya dengan doa dan tawakal kepada Allah SWT.

Salah satu doa yang dianjurkan dalam Al-Quran adalah: "Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku." (QS Taha: 114)

Ibnu Qayyim dalam Al-Wabil Ash-Shayyib menambahkan bahwa doa adalah senjata utama orang beriman dalam menghadapi dinamika kehidupan.

>>> Lima Tersangka Dugaan Pesta Sesama Jenis di Karawang Ditangkap, Terancam Hukuman hingga 9 Tahun

Esensi dari tahun baru Hijriah adalah membangun tekad kuat untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari hari kemarin.