"Perkembangan ini menimbulkan pertanyaan serius tentang campur tangan pertimbangan non-olahraga dan politik dalam penyelenggaraan acara sepak bola terbesar di dunia," tambahnya.

FFIRI mendesak FIFA untuk menjunjung tinggi prinsip netralitas, keadilan, dan peraturan yang telah ditetapkan.

Nama Timnas Iran tampil di panggung saat acara drawing pembagian fase grup Piala Dunia 2026 di Washington, Amerika Serikat, pada 5 Desember 2025.

Staf Pendukung Iran Dicekal Masuk

Sebelumnya, kebijakan kontroversial juga diberikan kepada staf pendukung Timnas Iran yang ditolak masuk ke wilayah Amerika Serikat.

Dikutip dari ESPN, Sekretaris Jenderal Federasi Sepak Bola Iran, Hedayat Mombeini, dan wakil presidennya, Mehdi Mohammad Nabi, termasuk di antara 14 staf dan pejabat pendukung yang visanya ditolak.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memberi pernyataan terkait perizinan visa bagi kontingen Iran di Piala Dunia 2026.

Marco Rubio menjelaskan bahwa pemerintahan Trump tidak memiliki masalah untuk memberikan visa kepada Timnas Iran dalam keterangannya di Capitol Hill awal pekan ini.

Namun, delegasi Iran akan dipantau secara ketat untuk mencari siapa pun yang memiliki hubungan dengan Korps Garda Revolusi Islam.

"Kami tidak memiliki masalah dengan para atlet, seperti yang telah kami nyatakan sebelumnya, atau staf pendukung mereka," kata Rubio selama sidang subkomite Alokasi Anggaran DPR dikutip dari ABC News.

>>> KPK Tetapkan Bupati Muara Enim Edison Jadi Tersangka Korupsi

"Tetapi yang tidak akan kami izinkan adalah mereka memasukkan sejumlah orang dalam delegasi mereka yang kami tahu tidak ada hubungannya dengan atletik dan memiliki hubungan dengan IRGC atau hal-hal semacam itu."