Taiwan Pertimbangkan Perketat Ekspor Chip AI ke China
Taiwan sedang mempertimbangkan penerapan kontrol ekspor yang lebih ketat terhadap penjualan chip kecerdasan buatan (AI) ke China.
Langkah ini diambil agar kebijakan perdagangan mereka sejalan dengan tindakan yang telah diterapkan Amerika Serikat.
>>> Cara Cek Nama Penerima Bansos 2026 Lewat HP Online
Potensi kebijakan baru tersebut dirancang untuk mengatasi penyelundupan semikonduktor. Masalah ini juga berisiko memicu kecaman langsung dari Beijing.
Tujuan utama pengetatan regulasi adalah memberikan otoritas Taiwan lebih banyak alat hukum.
Perangkat hukum tersebut nantinya digunakan untuk menangani pengalihan perangkat canggih, seperti server AI dengan chip Nvidia Corp. , dari Taiwan ke China.
Penjualan perangkat semacam itu sebenarnya sudah dilarang berdasarkan regulasi AS, kecuali perusahaan telah mendapat izin resmi dari Washington.
Pembatasan ini pertama kali diberlakukan AS pada 2022 untuk mencegah Beijing menggunakan prosesor Nvidia canggih demi keunggulan militer.
Selama ini, Taiwan tidak menganggap ekspor chip AI tanpa izin ke China sebagai tindak pidana. Pihak berwenang hanya memberikan peringatan bahwa mereka berisiko melanggar aturan AS.
Satu-satunya upaya hukum melalui pengadilan di Taiwan adalah mendakwa tersangka penyelundup atas pelanggaran undang-undang lokal lain.
Langkah baru ini dapat menjadi standar yang lebih sulit dipenuhi, mempersempit cakupan kasus yang dapat ditindaklanjuti.
Otoritas Taiwan telah melakukan penahanan pertama terhadap tersangka penyelundup chip pada bulan lalu atas tuduhan pemalsuan dokumen.
Kini, sebagai bagian dari pembicaraan perdagangan dengan AS, pejabat di Taipei mempertimbangkan pembatasan yang lebih mengikat.
Aturan Baru dan Dampaknya
Aturan baru akan membatasi penjualan chip AI kepada semua pelanggan di China, bukan hanya perusahaan tertentu dalam daftar hitam ekspor seperti Huawei Technologies Co. Rencana ini diungkapkan oleh sumber yang meminta namanya dirahasiakan.
Update Terbaru
6 Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Kuliah di Luar Negeri
Minggu / 26-07-2026, 02:52 WIB
Christian Gonzalez Ikut Latihan Penuh Patriots di Tengah Negosiasi Kontrak
Minggu / 26-07-2026, 02:43 WIB
Resident Evil 4 Remake Raup 560 Juta Dolar AS, Jadi Remake Terlaris Generasi Ini
Minggu / 26-07-2026, 02:43 WIB
Lucasfilm Siapkan Film Star Wars: Starfighter untuk Rilis 2027
Minggu / 26-07-2026, 02:43 WIB
Padres Hadapi Marlins, Miami Berusaha Akhiri 10 Kekalahan Beruntun
Minggu / 26-07-2026, 02:42 WIB
Imigrasi AS Deportasi Mantan Pemain NFL Kenya Daniel Adongo
Minggu / 26-07-2026, 02:42 WIB
Viruzz Hadapi Gero Arias di Laga Kelima La Velada del Ano 6
Minggu / 26-07-2026, 02:42 WIB
PlayStation Store dan Jaringan Down, Tanda Masa Depan All-Digital Sony?
Minggu / 26-07-2026, 02:42 WIB
Yen Press Lisensi Tiga Judul Baru: Light Novel dan Manga
Minggu / 26-07-2026, 02:41 WIB
Kodansha USA Umumkan Lisensi Manga Baru di San Diego Comic-Con
Minggu / 26-07-2026, 02:41 WIB
5 dari 100 Angkatan Kerja Indonesia Masih Menganggur di 2026, Jakarta Masuk Daftar
Minggu / 26-07-2026, 02:41 WIB
Indonesia Tegaskan Komitmen Kemitraan Jangka Panjang dengan China
Minggu / 26-07-2026, 02:35 WIB
Debat Hunter Biden dan Nick Fuentes Panas, Bahas Ras hingga Pembunuhan MLK
Minggu / 26-07-2026, 02:35 WIB
Cabut dari Persib, Federico Barba Langsung Diminati Klub Serie A Italia
Minggu / 26-07-2026, 02:34 WIB







