Ibu hamil perlu waspada terhadap virus Zika.

Sebuah studi baru menemukan bahwa paparan virus ini selama kehamilan dapat memicu masalah perkembangan serius pada anak, termasuk gangguan penglihatan dan pendengaran.

>>> Cara Cek PIP Juni 2026 Lewat HP Secara Online, Mudah dan Cepat

Virus Zika menyebar melalui gigitan nyamuk Aedes yang terinfeksi. Infeksi ini sebelumnya dikenal sebagai pemicu cacat lahir berat seperti mikrosefali dan kerusakan jaringan otak.

Para ilmuwan masih meneliti mengapa 30 persen bayi dari ibu positif Zika tidak menunjukkan gejala fisik saat lahir, namun kemudian mengalami masalah perkembangan.

Temuan Studi pada Monyet

Karla Ausderau, profesor terapi okupasi dari University of Wisconsin-Madison, bersama timnya mengamati dampak tersembunyi infeksi prenatal ini.

Penelitian dilakukan pada monyet rhesus betina yang hamil di Wisconsin National Primate Research Center.

Subjek hewan diberi paparan virus Zika atau plasebo pada awal kehamilan.

Tim kemudian memantau perkembangan bayi monyet selama satu tahun melalui tes perilaku, evaluasi penglihatan, pendengaran, dan interaksi sosial.

Hasilnya, bayi monyet yang terpapar virus sejak dalam kandungan memiliki risiko lebih tinggi mengalami keterlambatan visual. Mereka juga menunjukkan gangguan pendengaran dan perubahan ikatan emosional dengan induknya.

Tim menemukan masalah pada jalur komunikasi antara mata dan otak, yang disebut disfungsi visual kortikal.

Gangguan ini sering terjadi pada anak yang kesulitan melihat meski kondisi fisik mata sehat.

Keterlambatan fungsi visual mulai terdeteksi sejak bayi berusia tiga bulan, namun perbedaan tersebut tidak terlihat lagi saat usia 12 bulan.

Perubahan visual dini ini tidak menjadi prediksi pasti untuk tantangan perkembangan jangka panjang.

>>> UltraProlink Luncurkan Kit Transmitter dan Receiver Gitar Nirkabel UnPlug di India