Harga emas di pasar global kembali mengalami tekanan signifikan pada perdagangan Rabu, 10 Juni 2026.

Nilai komoditas ini merosot hingga lebih dari 1 persen dan menyentuh titik terendah dalam 11 pekan terakhir.

>>> SpaceX Tetapkan Harga IPO US$135 per Saham, Valuasi Capai US$1,75 Triliun

Penurunan tajam ini disebabkan oleh melonjaknya nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS).

Selain itu, kenaikan harga minyak mentah akibat ketegangan baru antara AS dan Iran turut menjadi pemicu utama.

Berdasarkan pantauan Reuters hingga pukul 02.30 GMT, harga emas di pasar spot anjlok sebesar 1,8 persen ke posisi US$ 4.187,59 per ons troi.

Nilai tersebut merupakan level terendah sejak 23 Maret 2026.

>>> Antavaya Travel Fiesta 2026 Diskon Tour hingga 20 Persen

Di saat yang sama, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus juga melemah 1,7 persen ke angka US$ 4.213,40.

Penguatan dolar AS secara otomatis membuat komoditas yang diperdagangkan dengan mata uang tersebut menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain.

Kondisi ini kemudian memicu penurunan permintaan pada emas.

Pada waktu yang bersamaan, harga minyak mentah melonjak sebesar 1 persen dan memicu kekhawatiran baru terhadap inflasi.

>>> YLKI Kritik Kenaikan Mendadak Harga BBM Non-Subsidi

Situasi ini memperkuat dugaan pasar bahwa bank sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed) bakal mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi dalam periode yang lebih lama.