Perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, telah menetapkan harga penawaran saham perdana (IPO) sebesar US$135 per lembar saham.

Langkah ini diproyeksikan mencetak sejarah baru di pasar modal global dengan valuasi mencapai sekitar US$1,75 triliun.

>>> Antavaya Travel Fiesta 2026 Diskon Tour hingga 20 Persen

Analis Reku, Fahmi Almuttagian, menyebut kehadiran IPO raksasa ini memicu pergeseran peta investasi global.

Selama beberapa tahun terakhir, instrumen kripto menjadi magnet utama bagi investor yang mengincar pertumbuhan nilai investasi cepat.

Namun, opsi investasi berskala jumbo di pasar saham konvensional berisiko memicu migrasi modal dari investor institusional.

Fahmi memaparkan bahwa rencana go public SpaceX, pergerakan suku bunga The Fed, dan pelemahan kripto merupakan isu krusial bagi penanam modal di dalam negeri.

Ketiga faktor tersebut memengaruhi arus modal masuk ke Indonesia, stabilitas nilai tukar rupiah, dan psikologis investor lokal.

"Dalam kondisi ini, pendekatan investasi yang disiplin dan terdiversifikasi lebih relevan dibanding mengejar momentum jangka pendek," kata Fahmi dalam keterangan tertulis, Rabu (10/6/2026).

Nilai aset Bitcoin merosot lebih dari 20% dalam sebulan terakhir, dan dalam sepekan koreksinya melebihi 10%.

Fenomena ini mengindikasikan sikap defensif investor yang semakin selektif pada instrumen berisiko tinggi.

Di dalam negeri, pasar saham Indonesia mencatat aksi jual bersih (net sell) oleh asing sebesar Rp64,25 triliun sepanjang tahun berjalan hingga 9 Juni 2026.

Sebaliknya, indeks S&P 500 dan Nasdaq di AS bertahan di level tertinggi sepanjang sejarah.

Fahmi memandang tren pergerakan modal yang bervariasi ini sebagai indikator kematangan pasar modal global.

>>> YLKI Kritik Kenaikan Mendadak Harga BBM Non-Subsidi

Arus dana kini menyebar ke klaster inovasi masa depan seperti kecerdasan buatan (AI), infrastruktur digital, ketahanan energi, dan teknologi robotik.