Perusahaan antariksa SpaceX dikabarkan akan segera melantai di bursa saham Amerika Serikat.

Penawaran saham perdana (IPO) senilai US$75 miliar dijadwalkan pada 12 Juni 2026 di bursa Nasdaq dengan kode saham SPCX.

>>> Timnas Indonesia Melesat ke Peringkat 118 Ranking FIFA

Langkah ini diproyeksikan mencetak sejarah pasar modal global. Valuasi perusahaan mencapai US$1,75 triliun, melampaui capaian IPO raksasa sebelumnya seperti Saudi Aramco dan Alibaba.

SpaceX menetapkan harga penawaran sebesar US$135 per lembar saham untuk total 555,55 juta saham kelas A.

Perusahaan juga menyediakan opsi penjatahan lebih bagi penjamin emisi hingga 83,33 juta saham tambahan.

Animo pasar yang tinggi membuat porsi saham yang ditawarkan mengalami kelebihan pemesanan hingga dua kali lipat dari kuota awal.

Dari total saham yang dilepas ke publik, investor ritel mendapatkan porsi sebesar 30 persen.

>>> Kementerian UMKM Terbitkan Aturan Baru Perlindungan Marketplace Minggu Ini

Dampak bagi Pasar Global dan Indonesia

Analis Reku Fahmi Almuttaqin menjelaskan bahwa nilai penawaran ini sangat masif jika dibandingkan dengan rekam jejak emiten besar di masa lalu.

Fenomena ini diprediksi memicu pergeseran arus modal institusional global dari aset berisiko tinggi menuju instrumen pasar saham tradisional.

Bagi iklim investasi di Indonesia, situasi tersebut perlu diwaspadai karena berpotensi memengaruhi pergerakan rupiah dan sentimen pasar domestik.

Fahmi menyarankan pendekatan investasi yang disiplin dan terdiversifikasi.

Tingkat penyerapan pasar terhadap saham SpaceX akan menjadi indikator penting untuk mengukur selera risiko investor global pada sektor teknologi.

>>> Cara Cek Bansos BPNT Juni 2026 Secara Online Melalui Situs Resmi Kemensos

Tingginya permintaan mencerminkan optimisme jangka panjang, sementara pelemahan minat bisa menjadi indikasi pengetatan likuiditas global.