Adapun frekuensi perdagangan yang tercatat di sistem bursa mencapai 987 ribu kali transaksi.

Meskipun mengalami penguatan harian, secara year-to-date indeks komposit tercatat sudah merosot sebesar 32,28%.

>>> Google Luncurkan Fitur AI Try On Berbahasa Indonesia untuk Belanja Fesyen

Penurunan ini sejalan dengan aksi jual bersih oleh investor asing yang mencapai Rp75,39 triliun di pasar reguler sejak awal tahun.

Aksi lepas saham oleh pemodal asing bahkan terus berlanjut hingga penutupan perdagangan pada Selasa (9/6/2026).

Asing melepas kepemilikan saham di pasar modal Indonesia dengan nilai mencapai Rp2,59 triliun, padahal saat itu IHSG mencetak kenaikan harian terbesar sekitar 7,5%.

Berdasarkan data terminal Bloomberg per Rabu (10/6/2026), sejumlah pengelola dana global menunjukkan sikap yang beragam.

Blackrock terpantau menambah kepemilikan 7,25 juta saham BBCA, sehingga kini menguasai 1,75 miliar lembar atau setara 1,42% dari total saham yang beredar.

Sebaliknya, JPMorgan Chase & Co memilih mengurangi kepemilikan saham mereka di BBCA sebesar 50,19 juta lembar pada perdagangan terbaru.

Meski demikian, lembaga perbankan asal Amerika Serikat tersebut masih mendekap 1,08 miliar lembar saham atau setara 0,88% saham beredar.

Untuk saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), Blackrock menambah muatan sebanyak 121.304 lembar saham sehingga kepemilikannya menjadi 135,7 juta lembar.

Langkah ini diikuti Dimensional Fund Advisors LP yang membeli 947.959 saham BREN, membuat posisinya naik menjadi 27,55 juta saham.

Sementara itu, sikap konservatif ditunjukkan manajer investasi global pada saham terafiliasi grup Prajogo Pangestu lainnya, yakni PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).

WisdomTree tercatat hanya menambah 3.200 saham, sedangkan Credit Agricole Group menambah 1,79 juta saham TPIA.

Aksi beragam juga terjadi pada saham BBRI, di mana Invesco Ltd menambah muatan dalam jumlah besar sekitar 102,26 juta saham.

>>> Prabowo Targetkan Obat Generik Murah Tersedia dalam Setahun

Di sisi lain, JPMorgan Chase & Co justru memangkas portofolio mereka di BBRI dengan menjual sekitar 206,13 juta saham pada periode perdagangan yang sama.